Bupati Fauzi Buka Lapangan Kerja Melalui Pelatihan Berbasis Keterampilan Khusus

Terbit: 8 Juni 2022 | 21:54 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)- Masalah pengangguran dan kemiskinan ekstrem yang terjadi sejak Bupat sebelumnya membuat Achmad Fauzi tak sekadar prihatin, namun terus berjuang sekuat tenaga mengatasi hal tersebut baik melalui partai yang dipimpinnya di DCP PDIP maupun kapasitasnya sebagai Kepala Daerah di Kabupaten Sumenep.

Bupati Fauzi mengaku ada kepuasan tersendiri ketika pihaknya bisa hadir ditengah kebutuhan masyarakat Sumenep. Tak hanya didaratan namun juga kepulauan. Tak hanya masalah pengagguran namun juga soal kemiskinan tak luput dari perhatiannya.

Untuk memaksimalkan dalam memberikan pelayanan masyarakat Sumenep, salah satu yang terus ditekankan kepada seluruh bawahanny adalah meningkatkan kedispilinan dan moralitas yang tinggi.

Bagi Achmad Fauzi, demikian nam lengkap Bupati Sumenep, tak ada persoalan yang datang tanpa solusi. Meski diakuinya, banyak problem besar ditengah masyarakat bukan datang secara tiba-tiba , namun tak jarang merupakan persoalan masa lalu yang harus segera dituntaskan. Salah satunya soal pengangguran.

Terkait masalah pengangguran, Bupati Fauzi kemblai memberikan arahan dan pemahaman mendalam kepada Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja agar lebih peka dalam merespon kebutuhan masyarakat, salah satunya melalui pelatihan keterampilan professional.

“Khusu masalah pengangguran ini, melalui dinas terkait akan kita maksimalkan pelatihan kerja yang ditangani secara khusus melalui Balai Latihan Kerja atau BLK. Salah satunya pelatihan menjahit dan tata boga kepada 75 orang di Kepulauan Arjasa,”terang Bupati Sumenep,Achmad Fauzi,SH,MH, Rabu 08 Juni 2022.

Pelatihan kerja melalui BLK di Kepulauan Arjasa ini, Bupati menargetkan masyarakat mampu menopang perekonomiannya dengan modal keterampilan yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah.
“Selama ini sebagian orang menganggap BLK hanya sekadar pelatihan saja, sekadar mengisi waktu kosong saja. Nah anggapan seperti itu perlu diluruskan. Apalagi dijaman yang serban online saat ini, nanti kalau sudah mahir menjahit produksinya juga bisa dipasarkan secara digital,” imbuhnya.

Bupati Fauzi juga menjelaskan, pelatihan kerja professional melalui BLK tak hanya berkutat soal jahit menjahit saja.

“Semua keterampilan yang berbasis pada terbukanya lapangan kerja akan kami fasilitasi melalui BLK. Kuncinya semangat dan istiqaham. Karena kerja apapun butuh proses dan kerja keras. Kesuksesan itu hanya diraih oleh orang-orang yang tak pernah menyerah. Selain itu, jangan lupa qiyamul lail dan berdoa dengan penuh keyakinan. Inysa Allah dimudahkan,” pungkasnya. [Ferry Arbania]

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

    Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

    Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

    Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *