Bupati Busyro Sebut Demokrasi Berubah Jadi Politik Pragmatis

Terbit: 19 Mei 2017 | 12:28 WIB

Reporter:Junaidi 88
MADURA EXPOSE–Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur A Busyro Karim mengatakan akhir-akhir ini Demokrasi di Indonesia hampir berubah menjadi Politik Prakmatis.

Bahkan, kata Mantan Ketua DPRD Sumenep itu mengatakan saat ini proses demokrasi dikalangan masyarakat tidak lagi melihat figur atau ketokohan, melainkan masyarakat lebih condong kepada transaksional.
”Siapa yang mempunyai uang dialah yang akan dipilih,” katanya dalam sambutannya saat mengahadiri acara peresmian Rumah Pindat Pemulu (RPP) di Pendopo Kantor KPUD Sumenep

Bahkan Eks Bupati Sumenep Periode 2010-2015 itu menatakan meskipun seorang tokoh atau cendikiawan jika tidak mempunyai dana dipastikan tidak akan dipilih oleh masyarakat. ”Banyak menunjukkan yang punya duit yang akan berkuasa, karena ketika mempunya uang dia akan dipilih,” unkapnya.

Oleh sebab itu, dirinya selaku pemangku kebijkan tertinggi di kabupaten ujung timur pulau Madura menghimbau adanya RPP bisa merubah menset masyarakat, utamanya pemilih pemula. Sebab, untuk pemilih merubah menset politik prakmatis bagi kalangan pemilih tetap sangat sulit karena sudah merasuk sejak awal.

Selain itu, pihaknya juga menghimbau kepada semua petinggi partai politik untuk ikut serta mensosialisasikan dan memberikan penyadaran kepada masyarakat. Sehingga, proses demokrasi berjalan sesuai kaedah asal, sehingga mekanisme sistem pemerintahan suatu negara bisa mewujudkan kedaulatan rakyat atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah Negara. ”Dengan begitu maka suara rakyat benar-benar menjadi suara tuhan,” tandasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Provinsi Jawa Timur bagian Divsi Perencanaan dan Data, Khaoirul Anam mengatakan, secara specifik KPU belum mempunya strategi yang akurat untuk menumpas politik prakmatis. Namun, KPU kedepan terus akan memberikan penyadaran kepada msayarakat pemilih. Salah satunya dengan terbangunnya RPP, dan juga keterbukaan sistem pemilihan yang saat ini didesain melalui elektronik.

”Misalnya, Sistem Informasi Daftar Pemilih (Sidalih) sistem inti berguna untuk mengetahui Daftar Pemilih Sementara (DPS) secara online,” tegasnya. [*]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *