Buntut SE Inbox, Aktivis KLM Tuding Kepala Disdik Sumenep Lecehkan Dunia Pendidikan

Terbit: 17 November 2016 | 17:29 WIB

MADURAEXPOSE.COM— Buntut dikeluarkannya Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, yang ditandangani H.Sahdik selakau Kepala Dinas, terus menuai kecaman dari sejumlah kalangan, termasuk dari kalangan aktivis yang tergabung dalam Kaukus Labang Mesem, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Seperti diketahui, Kaukus Labang Mesem (KLM) merupakan kolaborasi kalangan aktivis dari berbagai aktivis gabungan dari lintas profesi, mulai dari kalangan Wartawan, Politisi, LSM dan tokoh masyarakat dan aktivis Mahasiswa.

Imam Arifin, Ketua Gerakan mahasiswa Melawan Korupsi (Geramsi) menilai, tindakan Kepala Dinas Pendidikan Sumenep yang mengeluarkan SE yang isinya mengajak para siswa untuk nonton konser musik (Inbox) milik salah satu stasiun telivisi nasional, merupakan sebuah pelecehan terhadap para pelaku pendidikan dan kultur daerah.

“Tindakan bodoh yang dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Sumenep yang mengeluarkan SE yang intinya mengajak siswa nonton konser musik di Lapangan Gor A.Yani Sumenep merupakan sebuah pelecehan terhadap dunia pendidikan. Kami mengutuk keras itu dan kami mendesak Saudara Bupati segera mengambil tindakan tegas,” jelas Imam Arifin kepada MaduraExpose.com, Kamis 17 Nopember 2016.

Dalam waktu dekat, pihaknya bersama sejumlah aktivis dilintas profesi akan melakukan konsolidasi guna membahas persoalan tersebut lebih serius, karena sudah dianggap sangat serius dan dinilai telah melukai citra dunia pendidikan.

“Nanti kami juga bahas aliran dananya itu dari mana. Kepentingannya apa, kok melibatkan siswa. Setelah melakukan konsolidasi, kami juga akan berkoordinasi dengan pihak DPRD dan pihak Yudikatif guna menelisik adanya kemungkinan penyalah gunaan anggaran,” tandasnya menambahkan.

Seperti diketahui, Surat Edaran yang ditanda tangani Kepala Dinas Pendidikan Sumenep itu dilayangkan melalui Ketua STKIP PGRI, Rektor Unija, dan Kepala SMP/SMA/SMK/MA di Kabupaten Sumenep. Ironisnya, ratusan siswa itu diliburkan haya utuk nonton konser Inbox milik salah satu stasiun telivisi.

“Anehnya lagi, Sekelas Bupati dan Wabup juga malah ikut-ikutan dalam acara tersebut. Menurut kami, ini persoalan serius yang sudah melukai dunia pendidikan,” pungkasnya. [Ferry/*Tim]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *