Sumenep (MaduraExpose.com) – Pemerhati Budaya Madura, M.Tajul Arifin menyoroti Pemilihan Duta Wisata Sumenep yang digelar Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah raga (Disbudparpora) setempat di Graha Adi Poday , Sabtu (27/09) malam.

Pasalnya, acara yang dilangsung sepi pengunjung dan terkesan kurang diminati masyarakat. Pihaknya mengaku kurang puas dengan penilain juri, karena yang keluar sebagai pemenang lomba, ditengarai tidak layak menyandang predikat Duta Wisata.

“Dari aspek objektifitas penilaian, menurut saya juaranya tidak layak”, terang Tajul melalui saluran telponnya, Minggu (28/9/2014).

Pria yang juga ketua LSM Insani ini menduga, minimnya perhatian masyarakat Sumenep terhadap pelaksanaan lomba Duta Wisata kali ini, salah satu faktornya, tandas Tajul, karena banyak seniman dan budayawan setempat tidak dilibatkan.

“Bahkan dalam ajang sekelas pemilihan Kacong Cebbhing pun mereka tidak dilibatkan”, tandasnya. Ia mengkaji, justru yang dilibatkan dalam kegiatan kebudayaan yang digelar Disbudparpora ditengarai orang-orang dekat dinas.

(fay/fer)