The Soul Of Madura ‘Dibajak’, Pemilik Branding Kecam Pemkab

Terbit: 28 September 2014 | 12:21 WIB

Sumenep (MaduraExpose.com)- Faidal Ali Rahman, analis Budaya asal Sumenep yang lama tinggal di Kota Malang mengaku kecewa atas penggunaan branding The Soul of Madura oleh pihak Pemkab Sumenep secara ilegal. Pihaknya menduga, branding hasil kreatifitas idenya, yang semula merupakan usulan dirinya di FISIP Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang jauh hari sebelumnya.

mestinya, lanjut Faidal, pihak Pemkab terlebih dulu mengkomunikasikan penggunaan branding iamage (logo) hasil karyanya itu sebelum digunakan agar public tau dan sejarah mencatat bahwa logo itu bukan hasil karya Pemkab, melainkan dirinya.
“Terus terang saya sangat kecewa dengan ulah Pemkab yang menggunakan branding The Soul Of Madura tanpa pamit”, tandasnya.
Sebelumnya, Febriyanto, Kepala Dinas Pariwisata Sumenep mengakui jika The Soul of Madura sudah menjadi branding Pemkab Sumenep. Sayangnya, sang Kadis mengaku belum tahu detil tentang siap pencetus branding itu dengan alas an masih baru menjabat sebagai kepala Disbudparpora setempat.

“Secara detil tentang siapa pencetusnya, saya belum tau siapa (pembuatnya) karena saya masih barumenjabat”, demikian Febrianto berdalih didepan awak media beberapa waktu lalu.

(suh/fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *