Sumenep (MaduraExpose.com)- Faidal Ali Rahman, analis Budaya asal Sumenep yang lama tinggal di Kota Malang mengaku kecewa atas penggunaan branding The Soul of Madura oleh pihak Pemkab Sumenep secara ilegal. Pihaknya menduga, branding hasil kreatifitas idenya, yang semula merupakan usulan dirinya di FISIP Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang jauh hari sebelumnya.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

mestinya, lanjut Faidal, pihak Pemkab terlebih dulu mengkomunikasikan penggunaan branding iamage (logo) hasil karyanya itu sebelum digunakan agar public tau dan sejarah mencatat bahwa logo itu bukan hasil karya Pemkab, melainkan dirinya.
“Terus terang saya sangat kecewa dengan ulah Pemkab yang menggunakan branding The Soul Of Madura tanpa pamit”, tandasnya.
Sebelumnya, Febriyanto, Kepala Dinas Pariwisata Sumenep mengakui jika The Soul of Madura sudah menjadi branding Pemkab Sumenep. Sayangnya, sang Kadis mengaku belum tahu detil tentang siap pencetus branding itu dengan alas an masih baru menjabat sebagai kepala Disbudparpora setempat.

“Secara detil tentang siapa pencetusnya, saya belum tau siapa (pembuatnya) karena saya masih barumenjabat”, demikian Febrianto berdalih didepan awak media beberapa waktu lalu.

(suh/fer)