Sejumlah wanita muslimah mengenakan jilbab saat menyambut Khofifah Indar Parawansa, Menteri sosial di Ponpes Aswaja Ambunten, Sumenep, Madura, Jawa Timur (Foto: Ferry Arbania/ MaduraExpose.com)

MaduraExpose.com- Penggunaan jilbab atau hijab dikalangan wanita Madura yang tinggal di desa-desa, oleh sebagian kalangan dinilai telah mengalami perubahan, terutama dikalangan kaum remaja putri.

Kendati demikian, disejumlah desa tertenu di Sumenep, Madura, dipandang masih memiliki tradisi yang sangat menggembirakan, terutama bagi kalangan muslimah.

“Banyak orang juga bilang jika kebudayaan dan tradisi Islami di Desa Karay (Kecamatan Ganding, Red) dan Ambunten masih sangat kental. Kebanyakan wanitanya masih setia menggunakan jilbab”, ujar KH.Fayyad As’ad, Pengasuh Pondok Pesantren Karay, Dusun Mandala, Desa Ketawang Karay, Kecamatan Ganding, Sumenep, Madura, Jawa Timur saat berbincang dengan MaduraExpose.com, baru-baru ini.

Hasil penelusuran MaduraExpose.com, selain dua desa yang telah disebutkan, beberapa desa di Kecamatan Gapura, Sumenep juga memiliki kepedulian yang sangat kuat terhadap budaya-budaya Islam, seperti penggunaan jilbab dikalangan wanita.

“Alhamdulillah di desa kami masih kuat menerapkan budaya jilbab. Malah ditempat saya, wanita yang tidak mengenakan jilbab pada saat hendak keluar rumah, pasti dinilai negatif”, ujar Azizah kepada MaduraExpose.com

FERRY ARBANIA

HotNews:  Saatnya Membangun Desa Lalangon Bersama Millennial Ria Permata Putri