Blunder Ketua PKB Sumenep, Koalisi PPP-PDI Perjuangan Sangat Memungkinkan?

0
495

MADURAEXPOSE.COM, SUMENEP–Pernyataan KH Imam Hasyim,BA Ketua DPC PKB Sumenep yang disampaikan melalui video berdurasi 45 detik tetiba menjadi blunder yang mendapat bantahan keras dari elit Partai Persatuan Pembangunan (PPP) karena terkesan mengadu domba.

“Kami menyampaikan, bahwa rekom PPP hingga saat ini belum keluar, ajakan ketua DPC PKB kepada kader PPP Sumenep untuk memenangkan Fattah Jasin (itu) mengadu domba,” demikian H.Abd Latif Ketua Fraksi PPP DPRD Sumenep kepada awak media.

Bos Water Park Sumenep (WPS) inipun meminta Imam Hasyim untuk segera meralat ucapannya agar tidak menimbulkan keresahan dikalangan kader partai berlambang Ka’bah tersebut.
“Untuk itu, kami DPC PPP Sumenep akan melakukan langkah-langkah hukum dan somasi agar pernyatan tersebut ditarik dan direvisi. untuk langkah hukum akan kami tentukan dikemudian,” tutup Haji Latif.

Kisruh petinggi PPP dan PKB Sumenep ini tampaknya membuka peluang persepsi warga yang justru melihat celah adanya kemungkinan partai ini tidak akan berkoalisi di Pilkada 9 Desember 2020. Ditambah lagi pendirian teguh Ketua DPC PPP Sumenep KH Mohammad Shalahudin A.Warist yang bersikukuh untuk maju sebagai Calon Bupati dan menolak diposisi Wakil Bupati, meski sebelumnya mendapat sinyal kuat dari Sekretaris DPW PKB Jawa Timur agar berkenan mendampingi Fattah Jasin.

Sebelumnya, sinergi madura menurunkan berita pada 17 Juni 2020, pukul 09:27 WIB bertajuk : Gonjang Ganjing Rekom PKB dan PPP Hadapi Pilbup Sumenep 2020
Dalam kesempatan itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Sumenep, M. Syukri mengaku, bahwa partainya tetap berkomitmen untuk mengusung kader sendiri .

“Di posisi Bacabup belum ada pergeseran apapun, kami akan mengusung kader sendiri. Kiai Mamak juga kader partai yang berhak diusung (sebagai) Bacabup,”ujarnya.

Sementara Achmad Fauzi, Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep saat diminta konfirmasi melalui telpon genggamnya terkait kemungkinan adanya koalisi partainya dengan PPP di Pilkada Sumenep, tidak berkomentar banyak.

Namun secara normatif dirinya menggambarkan bahwa dalam dunia politik selalu terjadi lompatan-lompatan dinamis yang kadang sulit diprediksi sebelumnya.

“Kalau kita sih menganggap semua partai itu adalah saudara-saudara kami dan sampai detik ini tak ada masalah dengan PPP. Kalau bicara soal kemungkinan berkoalisi, itu diatur dalam mikanisme partai masing-masing. Tapi intinya, PPP itu saudara-saudara saya semua sesama Islam,” terang Achmad Fauzi Ketua DPC PDI Perjuangan yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Sumenep A.Busyro Karim dari PKB.

Fauzi menjelaskan secara sederhana, bahwa dirinya tak ada masalah dengan partai berlambang ka’bah tersebut dan menganggapnya sebagai saudara.
“Kontestasi politik itu hal biasa. Soal koalisi itu hanya soal rasa. Tetapi yang terpenting adalah kita selalu padu dalam persaudaraan. Mereka saudara-saudara kita dalam payung parpol yang berbeda,” tutupnya.

Nadayana/Maduraexpose.com