Birokrasi Disdukcapil Kacau, Bupati Diminta Turun Tangan

0
507
Kabid Pelayanan Dokumentasi Kependudukan Disduk Capil Sumenep (Ist)

SUMENEP, MADURAEXPOSE.COM- Ibarat borok yang lama ditutup-tutupi, indikasi ketidak beresan terkait pelayanan e-KTP dan sejumlah pengadaan barang di Kantor Disduk Capil Sumenep mulai menguap ke permukaan. Tak hanya itu, kesenjangan dikalangan elit pejabat di kantor itu mulai ramai dibicarakan banyak kalangan, termasuk ditingkat sekelas sekda dan kepala SKPD lainnya.

Ilustrasi gambar metrosiantar.com
Ilustrasi gambar metrosiantar.com

Terciumnya aroma ketidak beresan dalam pelayanan publik di tubuh Disdukcapil Sumenep menguat setelah adanya salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sempat ditolak oleh Kabid Pelayanan Dokumentasi Kependudukan, Kantor Disduk Capil Sumenep dengan alasan tinta kosong. Dan hal tersebut diakui yang bersangkutan. Anehnya, tindakan Imam Subakti tersebut hanya berselang beberapa jam setelah keluar statmen Ach.Zaini, Kadis Disdukcapil yang menyatakan siap melayani 3000 ribu e-KTP.

“Sudah sangat jelas jika di internal Disduk capil, managemennya sudah sangat kacau. Ibarat orang sakit, maka pejabatnya yang terindikasi memiliki kinerja ‘tidak sehat’ segera diganti saja demi tercapainya peningkatan layanan publik
yang prima seperti komitme Pemkab selama ini”, ujar Kang Nur, Fungsionaris Madura Expose Foundation (MEF), Selasa (14/1/2015).

Tak hanya itu, Kang Nur juga menemukan indikasi adanya data-data penting yang dirubah dengan sengaja untuk menghilangkan bukti ketidak beresan yang selama ini diduga menjadi banjakan segelintir oknum di Kantor Disduk Capil.

“Sejak awal pengadaan barang di kantor Disdukcapil sering mendapat sorotan karena pelaksanaannya diduga kuat tidak sesuai prosedur yang ada. PPKonya diganti sepihak dan otomatis ini berkaitan dengan transparansi pengadaan barang termasuk pengadaan tinta”, tandasnya meyoroti.

Kang Nur berharap pihak inspektorat maupun Bupati Sumenep berkenan untuk segera melakukan tindakan tegas terhadap beberapa oknum pejabat di kantor Disdukcapil bermasalah.

“Saya dapat laporan dari beberapa tim yang bertugas dilapangan, tentang beberapa data penting di kantor Disdukcapil yang diduga telah dirubah. Pembuktiannya Bupati ataupun Inspektorat bisa gelar liat barang-barang yang ada, kemudian cocokkan pasti ketahuan”, imbuh Kang Nur menambahkan.

Sementara Didik Untung Syamsidi kepada MaduraExpose.com mengaku siap menindak lanjuti persoalan tersebut. Bahkan ketika disinggung adanya elit pejabat di Kantor Disduk Capil yang pernah diperiksa inspektorat Sumenep, Didik bilang akan melihat kembali berkas-berkasnya.

“Saya coba liat lagi berkas-berkasnya”, ungkapnya.

(bbs)

#Jika ada yang mengaku-ngaku wartawan/marketing MaduraExpose.com, segera lapor Redaksi MaduraExpose.com lewat layanan SMS Center 081 934 960 999