Scroll untuk baca artikel
Hot Expose

Berikut 3 Skandal Korupsi Yang Sempat Hebohkan Sumenep

Avatar photo
145
×

Berikut 3 Skandal Korupsi Yang Sempat Hebohkan Sumenep

Sebarkan artikel ini

 Kasus Purna Bakti Anggota DPRD 1999-2004
Dalam beberapa tahun terakhir sejumlah aktivis penggiat anti korupsi di Kabupaten Sumenep makin gencar menyuarakan agar penegak hokum tidak pandang bulu dalam menuntaskan berbagai kasus korupsi yang sangat merugikan Negara tersebut.

Beberapa kasus dugaan korupsi yang sempat bikin heboh masyarakat Sumenep antara lain, kasus uang purna tuas atau pesangon yerhadap 45 angota DPRD Sumenep priode 1999-2004 , yang berasal dari APBD Kabupaten Sumenep sebesar 2,2 miliar.

Diduga para anggota dewan itu masing-masing menerima dana tunjangan sebesar Rp 48,6 juta, dengan rincian Rp. 21.250.000 untuk purna bakti, kemudian untuk fraksi sebesar Rp 18.125.000, dan untuk kesehatan sebesar Rp 4 juta, serta pengembangan SDM sebesar Rp 5.312.000
Sayangnya, kasus ini sudah dinyatakan SP3 karena versi Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, penyelidikan kasus tersebut tidak cukup bukti. Kendati kasus dugaan korupsu dana pesangoon itu bukanlah hara mati.

 M. Fadilah, Kepala Kantor ESDM Sumenep (sekarang mantan)
Sebelumnya pada tahun 2007, Kepala Kantor Energi dan Sumber Daya Meneral (ESDM) Kabupaten Sumenep, M. Fadillah, ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati)Jawa Timur dalam kasus proyek penyulingan air laut dan kelistrikan daerah terpencil Tahun Anggaran 2006 silam senilai Rp3 miliar. Dasar pertimbangan tim Kejati, saat menetapkan M. Fadilah sebagai tersangka karena dianggap paling bertanggung jawab aliran dana yang dianggarkan dari APBD Provinsi Jawa Timur saat itu.

------------------------