Beras Dinsos Jatim di Desa Guluk-Guluk Diduga Tak Layak Konsumsi

Terbit: 11 Oktober 2017 | 21:57 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Sejak Selasa kemarin,warga Desa Guluk-Guluk diributkan dengan adanya bantuan beras bersubsidi dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Pasalnya, bantuan beras tersebut ditaruh dirumah warga dengan alasan yang terkesan dibuat-buat. Akibatnya, warga mencurigai ada kaitannya dengan kepentingan politik tertentu dan aksi saling tuding dikalangan instansi terkait seperti aparatur desa yang mengaku tidak pernah dilibatkan,baik dalam proses pendistribusiannya maupun sasaran penerima manfaat.

Belum reda kisruh soal penyimpanan beras yang tidak diletakkan di Balai Desa, kini muncul desas desus dikalangan Kepala Desa di Kecamatan Guluk-Guluk, jika beras bantuan pemprov Jatim tersebut diduga tidak layak konsumsi.

“Informasinya paket bantuan beras Dinas Sosial Jatim itu beli yang bagus ke pihak Bulog. Sayangnya beras yang dikirim ke Desa Guluk-Guluk itu diduga tidak layak konsumsi dan akan dikembalikan lagi, ” ujar salah satu Kepala Desa berpengaruh di Kecamatan Guluk-Guluk, saat berbincang dengan MaduraExpose.com, Rabu 11 Oktober 2017.

Kepala Desa yang sengaja membeberkan kualitas beras tersebut juga menambahkan, bahwa dikecamatan Guluk-Guluk hanya 4 Desa yang mendapatkan bantuan beras tersebut.

Kepastian tentang kualitas beras yang diduga tidak layak konsumsi tersebut belum mendapat kepastian setelah awak media gagal mengkonfirmasi Camat Guluk-Guluk, Sutrisno. Bahkan, saat didatangi keruang kerjanya, yang bersangkutan mendadak sakit.

“Maaf saya sakit tidak bisa diwawancarai, “demikian Camat Sutrisno berdalih.

Untuk diketahui, pada Selasa kemarin
(10/10) warga Desa/Kecamatan Guluk-Guluk mendapatkan bantuan beras dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Bantuan itu diberikan kepada 908 calon penerima. Setiap penerima manfaat mendapatkan jatah 10 Kg.

Saat itu bantuan beras tersebut diturunkan ke Balai Desa. Namun beberapa saat kemudian, semua karung beras itu mendadak dipindah seenaknya kerumah salah satu warga, yang diduga kuat atas perintah salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berbadan kurus.

(Has/Fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *