Bentrok Pecah di Sampang! Massa Tuntut Pilkades 2026, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Terbit: 29 Oktober 2025 | 02:01 WIB

Sampang, Madura – Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terlibat bentrokan sengit dengan aparat kepolisian di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang, pada Selasa (28/10/2025). Aksi demonstrasi yang menuntut agar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sampang segera digelar pada tahun 2026 ini berakhir ricuh setelah massa memaksa masuk ke area gedung dewan dan diadang ketat oleh petugas.

 

Tuntutan Mendesak: Pilkades Segera Dijadwalkan

 

Demonstrasi besar-besaran ini dimotori oleh Forum Aktivis Madura bersama Aliansi Masyarakat Desa Bersatu. Mereka memprotes keras kebijakan pemerintah daerah yang menunda pelaksanaan Pilkades, sebuah penundaan yang mereka anggap telah membungkam hak konstitusional masyarakat desa.

Menurut para demonstran, penundaan tersebut melanggar prinsip demokrasi yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta Permendagri Nomor 112 Tahun 2014. Kekosongan jabatan kepala desa di ratusan desa di Sampang dinilai telah mengganggu pelayanan publik dan melemahkan tata kelola pemerintahan desa.

“Kami meminta pertanggungjawaban dan mengembalikan hak beberapa perangkat desa yang dipecat sepihak… Namun yang terpenting, kami minta pelaksanaan Pilkades di Sampang harus digelar di tahun 2026 mendatang. Pemkab dan DPRD Sampang harus menganggarkan pelaksanaan Pilkades,” tegas Koordinator Lapangan Aksi, Mauzul Maulana, di tengah hadangan aparat.

 

Desakan Penganggaran APBD 2026 dan Tolak Politisasi

 

Selain menuntut jadwal pasti, massa juga mendesak DPRD Sampang untuk segera membahas dan mengesahkan penganggaran Pilkades dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026. Mereka menuntut agar pembahasan ini diparipurnakan oleh legislatif pada tahun ini.

Para pengunjuk rasa juga menyuarakan penolakan keras terhadap segala bentuk politisasi dan kepentingan tertentu yang ditengarai menjadi alasan di balik penundaan Pilkades. “Kami menolak segala bentuk permainan politik yang dijadikan alat mempertahankan kekuasaan dari penundaan pilkades ini,” ujar salah satu perwakilan massa.

HotExpose:  Dandim Sumenep Gaspol: Jembatan Ambunten & Bedah Rumah Warga

 

Situasi Memanas, Gas Air Mata Ditembakkan

 

Bentrokan tidak terhindarkan ketika rombongan massa yang sebelumnya melakukan aksi bakar ban di Jalan Wahid Hasyim dan berorasi di beberapa titik, mencoba merangsek masuk ke area kantor DPRD melalui Jalan Wijaya Kusuma.

Saat massa mendesak dan mencoba menerobos barikade, aksi saling dorong pun pecah. Situasi kian memanas setelah terjadi pelemparan berbagai benda—mulai dari botol air mineral, alat peraga, nasi bungkus, hingga batu—ke arah petugas kepolisian.

Untuk membubarkan massa dan mengurai situasi yang tidak terkendali, aparat kepolisian mengambil tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata ke arah kerumunan. Peserta aksi terlihat berhamburan menyelamatkan diri dari kepulan gas air mata yang memenuhi area jalan.

Hingga berita ini diturunkan pada Rabu (29/10/2025), situasi di sekitar kantor DPRD Sampang dilaporkan mulai berangsur kondusif di bawah penjagaan ketat aparat keamanan. Pihak kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Sampang belum memberikan keterangan resmi terkait dampak dari bentrokan dan respons terhadap tuntutan Pilkades 2026.

MADURA EXPOSE

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim Sumenep Gaspol: Jembatan Ambunten & Bedah Rumah Warga

Terbit: 26 April 2026 | 11:31 WIB SUMENEP – Komitmen TNI dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur dan pengentasan hunian tidak layak di Sumenep kian nyata. Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada,…

Itjenad Audit SPPG Sumenep: Pastikan Gizi Tepat Sasaran

Terbit: 21 April 2026 | 17:36 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Inspektorat Jenderal TNI Angkatan Darat (Itjenad) menerjunkan tim verifikasi ke Yayasan Al-Itqan, Sumenep, Selasa (21/4/2026). Langkah strategis ini dilakukan untuk…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *