Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM–pemandangan kota Sumenep diawal Ramadhan tahun ini berbeda jauh dari tahun-tahun sebelumnya yang disesaki dengan ratusan pedagang konveksi, kuliner hingga aksesoris.

Namun sejak pagi hingga shalat tarawih usai digelar umat Islam di Masjid Jamik Kota Sumenep, Susana di Taman Adipura masih tampak lengang, hanya terlihat segerombolan orang yang sekedar numpang lewat disela pembatas jalan.

“Aktivitas kota seperti telah mati dan berganti suasana yang tidak menyenangkan. Bazar takjil yang biasa meramaikan bulan suci sudah digeser ke lapangan Giling”,ujar Evi, Warga Kota Sumenep saat berbincang dengan MaduraExpose.com, Jum’at Malam, (26/05/2017) .

Bazar PKL Taman Adipura sebelum pedagang dipaksa pindah ke Lapangan Giling Sumenep (Istimewa)

Pihaknya berharap agar pasca relokasi PKL, Raman kota difungsikan dengan kegiatan yang mendukung semaraknya bulan Ramadhan.

“Tanpa PKL di Taman Adipura, harusnya dimanfaatkan dengan kegiatan atau Festival Ramadhan agar tidak terlihat seperti kota mati”, imbuhnya.

Untuk diketahui, bazar takjil Ramadhan tahun ini dipindah kelapangan Giling, Sumenep. Anehnya, hingga saat ini penempatan stand jualan masih terlihat semraut dan bahkan terjadi perebutan tempat antar PKL.

“Sudah dua hari ini masalah pembagian tempat masih semraut dan terkesant saling serobot. Terbukti, didepan patung sapi ada 12 stand jualan yang tiba-tiba menyerobot lahan PKL.Katanya punya media”,terang Fafan, salah satu koordinator PKL melalui sambungan telpon pribadinya yang diterima redaksi. (Ferry)

HotNews:  Mahfud MD Dinilai Sudah Berulangkali Membuat Gaduh