Pamdal DPRD Sumenep usir wartawan dengan alasan diperintah atasan (Foto: Dok.MaduraExpose.com)

Sumenep, MaduraExpose.com- Diskriminasi terhadap wartawan harian yang tengah menjalankan tugas kembali terjadi di Gedung DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (16/4/2015).

Kali ini dilakukan oleh salah satu anggota petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) alias Satpam DPRD Sumenep. Pengusiran wartawan itu berawal ketika para awak media yang sudah biasa melakukan peliputan di gedung dewan, hendak meliput sidang terbuka paripurna Laporan Keungan Pertanggung Jawaban (LKPJ ) Bupati Sumenep. Tiba-tiba nyelonong seorang Satpam dan langsung mengusir wartawan dengan dalih atas petunjuk atasan.

Mendapat perlakukan tidak sopan dari Satpam yang baru seumur jagung itu, sebagian wartawan melakukan perlawanan dan bahkan sempat terjadi perang mulut.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Terus terang saya sangat kecewa terhadap sikap Satpam yang menghalang-halangi tugas wartawan yang nota bene jelas dilindungi hukum atau undang-undang”, tegas Samauddin, salah wartawan Portal Madura, Kamis (16/4).

Udin panggilan akrab wartawan senior ini menyesalkan tindakan satpam yang telah menghalangi peliputan yang jelas-jelas bersifat umum dan harus diketahui oleh publik.

Sementara didalam ruang Graha Paripurna, sejumlah anggota DPRD Sumenep terjadi ketegangan, lantaran sidang paripurna tidak dihadiri oleh Bupati Sumenep A.Busyro Karim.
LKPJ Bupati Sumenep kali ini diwakilkan kepada Soengkono Sidik yang membuat politisi tampak berang hingga terpaksa membuat jalannya sidang paripurna tersendat. Skorsing dilakukan untuk melakukan lobi-lobi politik antar pimpinan Fraksi.

(M2D/FER)