Industri sepatu nasional (Istimewa)

Maduraexpose.com- Kebijakan upah minimum yang cukup tinggi akhirnya berdampak pada berbagai sektor Industri. Salah satunya yang telah terjadi ialah Industri sepatu di kawasan Tangerang dan Bekasi. Dikabarkan sekitar puluhan pabrik akan melakukan relokasi ke tempat yang lebih efisien baik dari upah minimum hingga kawasannya seperti di Jawa Timur. Beberapa di antaranya bahkan telah melakukannya sejak beberapa bulan lalu.

Hal itu disebut Ketua Umum (Aprisindo) Asosiasi Persepatuan Indonesia Eddy Widjanarko, menurutnya tujuan relokasi tidak hanya untuk mengurangi beban produksi karena naiknya upah minimum di Tangerang dan Bekasi melainkan juga gangguan sosial seperti unjuk rasa yang kerap terjadi. “Kalau di daerah hal-hal seperti itu bisa teredam karena lebih kondusif. Selain itu taraf hidup di kota besar kan lebih besar, jadi banyak stresnya,” ujarnya.

Eddy menyebut hingga kini ada 80 perusahaan yang sudah memulai untuk melaksanakan relokasi pabrik sejak setahun lalu. Salah satu pabrik yang baru mulai merelokasi adalah PT Chang Shin Reksa Jaya. Katanya, Changsin menanamkan investasi sekitar US$50 juta untuk pembangunan pabrik dan pengadaan mesin di Garut, Jawa Barat.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Seperti diketahui upah minimum di Tangerang dan Banten telah mengalami kenaikan masing-masing Rp 2,7 juta dan Rp 2,9 juta. Pihak Industri sepatu di kawasan tersebut pun memilih untuk merelokasi pabriknya ke daerah yang lebih kecil sehingga biaya pegawai tidak menekan biaya produksi sepatu. Beberapa tempat di Jawa Timur yang dijadikan tujuan seperti Jombang dan Nganjuk. Sedangkan di Jawa Barat kawasan Tasik, Garut, Cirebon dan Subang juga menjadi sasaran. (Kadinjatim)