Bakorwil IV dan HIPMI Pamekasan Dorong Creativepreneur Madura Go Digital Lewat Visual Storytelling

Terbit: 17 Desember 2025 | 21:27 WIB

MaduraExpose.com–

– Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) IV Pamekasan sukses menyelenggarakan Talkshow Pelayanan Publik Milenial dalam rangkaian Pameran Pelayanan Publik dan Madura Millenium Festival 2025. Bertempat di Aula Kantor Bakorwil IV, Rabu (17/12/2025), acara ini menjadi momentum kebangkitan industri kreatif di Pulau Garam.

Mengangkat tema “Temu Bisnis: Kekuatan Visual Story Telling untuk Mendorong Creativepreneur Madura Go Digital”, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Bakorwil IV dengan Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Pamekasan.

Sinergi Pemerintah dan Pengusaha Muda

Ketua Umum BPC HIPMI Pamekasan, Ach. Kusairi, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha muda. Menurutnya, Bakorwil IV telah memberikan ruang krusial bagi generasi milenial untuk mengeksplorasi potensi diri.

“Kolaborasi ini bertujuan menciptakan ekosistem yang mendukung anak muda pelaku industri kreatif. Di era digital ini, kita harus memanfaatkan seluruh potensi yang ada untuk memajukan ekonomi Pamekasan,” ujar Kusairi.

Ia juga mengajak seluruh stakeholder dan tokoh pemimpin di Madura untuk memberikan dukungan penuh kepada anak muda sebagai pilar kekuatan ekonomi masa depan.

“Jangan takut bermimpi, jangan takut berproses. Pemuda itu harus berperan, jangan baperan,” tegas Kusairi di hadapan para peserta.

Penguatan Literasi Digital dan Visual

Acara yang dimoderatori oleh Pemimpin Redaksi Perihal.id, Gita Larasati, ini menghadirkan dua pakar sebagai narasumber:

  1. Naufan Noordiyanto (Dosen Desain Grafis ITS Surabaya): Mengulas strategi visual storytelling untuk branding usaha.

  2. Nabbilah Amir (Dosen Fakultas Hukum Unesa Surabaya): Memberikan perspektif hukum dan perlindungan hak cipta di dunia digital.

Salah satu momen penting dalam acara ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara talenta Millennium Job Center (MJC) dengan para pengusaha dari HIPMI Pamekasan. Kerja sama ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja kreatif lokal untuk mendukung bisnis skala nasional.

Antusiasme Mahasiswa Madura

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari kalangan akademisi. Aisyah, mahasiswa Politeknik Madura, mengaku sangat terbantu dengan adanya wadah edukasi seperti Madura Millenium Festival.

“Pastinya saya sangat senang bisa berpartisipasi. Acara ini membuka wawasan kami tentang bagaimana memulai bisnis yang melek teknologi dan estetika visual,” ungkapnya.

Dengan adanya festival ini, Bakorwil IV membuktikan komitmennya dalam mentransformasi pelayanan publik yang lebih adaptif terhadap kebutuhan generasi milenial dan ekosistem bisnis kreatif di Madura.***

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mengubah “Sampah” AMP Menjadi Berlian: Cara Bersihkan Error GSC Tanpa Upeti Premium

Terbit: 9 Maret 2026 | 09:35 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Banyak pengelola media digital terjebak dalam kepanikan saat melihat laporan Google Search Console (GSC) yang dipenuhi peringatan merah. Salah satu…

Jebakan “Streaming” Ilegal: Niat Nonton Gratisan, Saldo ATM Malah Jadi Santapan

“Eskalasi ancaman siber melalui platform distribusi konten ilegal mencerminkan rendahnya tingkat ‘cyber hygiene’ di tengah masyarakat digital. Secara administratif, pengawasan terhadap situs-situs berbahaya ini memerlukan kolaborasi lintas sektoral antara otoritas keamanan siber (BSSN) dan penyedia layanan internet. Pemanfaatan rekayasa sosial (social engineering) oleh pelaku kejahatan siber menuntut penguatan literasi digital yang substansial, guna memproteksi integritas data pribadi serta stabilitas sistem keuangan individu dari infiltrasi perangkat lunak berbahaya yang tersembunyi dalam konten bajakan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *