MADURAEXPOSE.COM–Dengan tekat meningkatkan dan mensukseskan Serapan Gabah Petani (Sergap) untuk menuju Swasembada beras dan Pangan Nasional di wilayah Kabupaten Sumenep, Babinsa Koramil 0827/13 Rubaru bersama UPT Pertanian melakukan serapan gabah para petani di Wilayah Desa Binaan masing – masing, Sabtu (24/3/2017).

Komandan Koramil 0827/ 13 Rubaru Kapten Inf. Imam Fitri Harto menjelaskan, pihaknya bersama UPT Pertanian serta PPL berkomitmen untuk melaksanakan Program Swasembada Pangan yang dicanangkan oleh pemerintah yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat dan untuk mencegah adanya Impor beras dari luar Negeri serta keterikatan petani dengan tengkulak yang akibatnya sangat merugikan petani.

“Dalam hal ini, Para Babinsa dan UPT Pertanian fokus pada penyerapan gabah langsung dari petani yang nantinya disetorkan ke Sub Drive Bulog Madura yang ada di Kabupaten Pamekasan,” jelasnya.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Pada saat ini untuk Koramil 0827/ 13 Rubaru sudah melakukan pengiriman yang ke empat kalinya dibulan Maret ini, saat ini kami menyetor lagi gabah ke Bulog sebanyak 7 Ton, sehingga di bulan Maret ini kami sudah mengirim sebanyak 37 ton 750 kg dari target bulan maret ini sebanyak 15 ton sehingga sudah melebihi target yang ditentukan, Namun demikian ke depan kami semua tetap berusaha untuk melakukan sergap dan menyetorkan gabah ke Bulog lebih banyak lagi sehingga target 190 ton dalam satu tahun untuk wilayah Rubaru bisa terpenuhi,” imbuhnya

Serapan gabah dari para petani yang dilakukan oleh Para Babinsa dan UPT Pertanian Kecamatan Rubaru harus benar-benar dilakukan dengan kejelian dan ketelitian. karena Kualitas dan mutu tidak bisa menggunakan perkiraan saja.

“Untuk itu, saat menyerap gabah ke petani, pihaknya harus mengecek kualitas gabahnya, baik dari segi kandungan kadar airnya maupun kebersihannya sesuai kriteria yg diberlakukan oleh pihak Bulog,” ungkap Sa’dawi Jayadi. SP Kepala UPT Rubaru.

“Dengan demikian, upaya serap gabah yang dilakukan oleh para Babinsa dapat mewujudkan tercapainya Ketahanan Pangan Nasional, sehingga pemerintah tidak perlu lagi impor beras dari Negara lain,” tutupnya. [Purnomo/Arbania]