Ayah Bejat Di Sumenep, 8 Tahun Setubuhi Anak Tirinya

Terbit: 18 November 2016 | 01:47 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Perbuatan bejat pria pengangguran berinisial WJ (31), yang telah tega mencabuli seorang gadis dibawah umur berinisial SL (15) yang tak lain anak tirinya tidak patut ditiru. Korban tinggal di Jl. Delima Kelurahan Karanduak, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Perbuatan bejat WJ ini terungkap saat perayaan Hari Jadi Kota Sumenep ke 747 baru-baru ini. Saat itu, korban yang memang memiliki paras cantik tengah keluar bersama pacarnya hingga larut malam. Hal itu membuat WJ, ayah tiri korban terlihat emosi sambil mengomil seperti pria yang terbakar cemburu. Gelagat aneh itu menjadi perhatian istrinya, AA, ibu korban.

“Waktu itu, Anak saya keluar bersama pacarnya untuk nonton hiburan tong-tong.Namun karena sampai larut malam belum juga pulang, suami saya terlihat kesal seperti orang lagi terbakar cemburu,”ujar AA, wanita cantik yang malang ini menyampaikan kisahnya kepada awak media.

Beberapa menit kemudian, wanita cantik ini melanjutkan kisahnya. Beberapa jam setelah anaknya pulang diantar cowoknya, tiba-tiba suami AA memarahi putrinya dengan sangat hingga menyirami kepala korban dengan kuah rujak.

“Hati saya merasakan ada sesuatu yang aneh dari sikap suami saya yang memarahi anak saya berlebihan. Saat suami keluar, saya coba dekati anak saya. Astaghfirullah, ternyata anak saya mengaku telah disetubuhi berkali-kali oleh suami saya sejak masih berusia 7 tahun hingga saat ini berusia 15 tahun”, imbuh AA melanjutkan kisah pilunya dengan pandagan mata berkaca-kaca.

Menurut AA, pada awalnya, dirinya merasa tidak yakin dengan pengakuan putrinya. Pihaknya lalu berinisiatif untuk menyumpah suami dan anaknya kepada salah satu kia salaf yang memiliki kelebihan khusus persoalan tersebut di Sumenep.

“Saat hendak disumpah, suami saya malah tidak berani disumpah. Malah dia langsung kabur dan tidak pernah kembali lagi ke rumah,” imbuhnya.

Setelah merasa yakin dengan perbuatan bejat suaminya, akhirnya AA melaporkan suaminya yang telah menyetubuhi anak perempuannya ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sumenep untuk menyampaikan laporan ke Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur.[*]

[Arbania/J88/BeF]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Adu Banteng di Pantura Banyuates, Pemotor Pamekasan Patah Tulang

Terbit: 30 Maret 2026 | 18:00 WIB SAMPANG, MaduraExpose.com – Jalur Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Sampang kembali memakan korban. Insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor Honda Beat dan…

Teror Salemba: Saat Air Keras Mencoba Bungkam Suara Kritis di Bulan Suci!

Terbit: 13 Maret 2026 | 22:02 WIB JAKARTA, MaduraExpose.com – Ruang demokrasi Indonesia kembali dikejutkan oleh aksi kekerasan fisik yang menyasar pembela Hak Asasi Manusia (HAM). Wakil Koordinator KontraS, Andrie…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *