
Maduraexpose.com–
Mudik ke kota kota wilayah Jawa Timur di lebaran kali ini? Maka Anda harus mewaspadai 13 titik kemacetan, baik jalur utara maupun jalur selatan, dari mulai masuk Bojonegoro, masuk dari Ngawi hingga sampai Banyuwangi.
Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Provinsi Jawa Timur telah mengimbau pemudik untuk mewaspadai 13 titik rawan macet dan diharapkan untuk menghindarinya, sekaligus memilih jalur-jalur alternatif.
“Ada 13 titik rawan kemacetan di Jatim ini yang harus diwaspadai para pengendara saat musim arus mudik dan balik 2015,” ujar Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim Wahid Wahyudi.
Titik-titik tersebut tiga di antaranya di Jalur Pantai Utara (Pantura), yakni di Pasar Tambak Boyo (Tuban), Pasar Babat dan Duduk Sampeyan (Lamongan). Kemudian jalur Simpang Medaeng ke arah Kletek di Kabupaten Sidoarjo yang kerap terjadi kepadatan lalu lintas.
Kondisi serupa akibat kepadatan lalu lintas juga terjadi di jalur Purwosari-Karanglo-Kepanjen dan jalur Karanglo-Batu. Berikutnya, di Persimpangan Tol Pandaan juga rawan terjadi kemacetan karena terdapat ‘crossing u-turn’ di sekitar Taman Dayu.
Selain itu, Pasar Lawang di Malang juga menjadi salah satu titik rawan kemacetan karena kendaraan yang melintas mayoritas memperlambat lajunya akibat banyaknya kendaraan yang akan berhenti ke pasar.
Rawan kemacetan juga terjadi di jalur Guyangan-Bagor-Saradan-Caruban akibat adanya empat perlintasan kereta api, tikungan, tanjakan dan kepadatan lalu lintas di dua jalur. Simpang Tiga Mengkreng juga rawan karena terdapat perlintasan kereta api, jembatan yang menyempit, serta pedagang laki lima.
Penyempitan jalan dan lalu lintas padat sehingga membuat titik rawan macet di Jatim juga terjadi di Simpang Empat Kenanten. Sedangkan, titik rawan macet lainnya ada di wilayah Madura di Kabupaten Bangkalan, yakni di Pasar Tanah Merah dan Pasar Blegah akibat adanya pasar tumpah dan memaksa pengendara memperlambat lajunya.
“Satu lagi ada di Probolinggo atau tepatnya di Pasar Ranuyoso,” ujar Wahid. (Sudi)



![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose] Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776313265/rapat-paripurna-dprd-sumenep-pandangan-umum-fraksi-raperda-2026_y5t0s6.jpg)