Para aktivis ALPI saat masukkan laporan di Kejari Sumenep. 

MADURA EXPOSE–Tanpa terasa kasus dugaan koriupsi pembangunan Kantor Disdik Baru Sumenep dilaporkan ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat oleh Aliansi Pemuda Indonesia (ALPI) itu sudah hampir dua tahun sejak dilaporkan, yaknipada Kamis (2/5/16) silam.

ALPI mencium bau kongkalikong pembangunan gedung baru itu, seperti disampaikan oleh juru bicara ALPI, Arif Iskandar saat itu.

Menurur dia, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan, pembangunan gedung baru Disdik itu tidak sesuai spek. Ada pejabat penting yang dianggap sangat bertanggung jawab atas dugaan korupsi itu. Karenanya, dia memilih membawa dugaan kasus korupsi itu ke ranah, biar semuanya menjadi jelas.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Kami menduga kuat ada penyelewengan dana dalam pembangunan gedung itu,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurut Arif, banyak kejagalan yang ditemukan dalam pekerjaan itu. Kualitas bangunan ditengarai tidak sesuai dengan ketersediaan dana. Bahkan dia mengajak untuk mengecek langsung ke lapangan untuk memastikan kualitas pekerjaan.

“Dengan anggaran yang fantastis, masa kualitas pekerjaannya begitu?” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Disdik Kabupaten Sumenep, Moh Ikhsan, menyebut ALPI tidak mengantongi bukti kuat soal apa yang dituduhkan. Katanya, ALPI tidak bisa menunjukkan bukti atas tudingan tersebut.

“Sampaikan kepada ALPI kenapa tidak demo ke sini, kok malah ke dewan tempo hari itu,” tantangnya.

(mat/rev/baO)