SUMENEP, MADURAEXPOSE.COM– Meski paslon Achmad Fauzi – Dewi Khalifah (Fauzi-Eva) resmi di deklarasikan oleh PDI Perjuangan, namun sepertinya belum sepenuhnya mampu meyakinkan publik. Pasalnya, beberapa kalangan sepertinya sedang trauma mendukung Nyai Eva sebagai Calon Wakil Bupati di Pilkada Sumenep karena sebanyak dua kali “berlaga” terus-terusan kalah.




Anehnya lagi, hingga detik ini, nyai Eva diduga belum mengantongi rekom dari partainya Hanura. Bahkan informasi dari salah satu elit PKB di DPRD Sumenep melalui pesan WA nya bilang partai besutan Wiranto itu masuk dalam daftar parpol yang akan berkoalisi dengan PKB di Pilkada Sumenep 9 Desember 2020.

Kendati demikian, dalam dunia politik memang benar kata pepatah, bahwa tak ada teman abadi. Kawan bisa jadi lawan dan begitu sebaliknya. Lantas bagaiman Achmad Fauzi meyakinkan parpol pendukungnya dalam upaya meraih “tahta” Bupati Sumenep priode mendatang?

Sebagai partai pengusa, tentu saja PDI Perjuangan tak sebodoh yang dipikirkan oleh rival-rivalnya. Banyak pilihan dan kesempatan sudah digunakan dengan sebaik mungkin hingga akhirnya pilihan terhadap Achmad Fauzi tak terelakkan lagi untuk maju dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Sumenep 2020.

Bagiaman dengan lembaga survei? Tentu saja lembaga inipun bekerja seakurat mungkin sebelum akhirnya merilis hasil kinerjanya dilapangan.




Adalah Baihaki Siradj, seornag Pengamat politik dari Akurat Research & Consulting (ARC) Indonesia yang berani terang-terangan menyebut Fauzi-Eva (Achmad Fauzi – Dewi Khalifah) sebagai pasangan calon yang ideal. Menurutnya, tipikal kedua tokoh tersebut dianggap cocok untuk kebutuhan Sumenep.

“Pasangan Fauzi-Eva ini sangat ideal sekali. Mereka adalah sosok nasionalis dan relegius yang sangat dibutuhkan untuk membangun Sumenep ke depan,” ujar Baihaki kepada wartawan yang menghubungi beberapa waktu lalu.

HotNews:  Hairul Target Pemenangan Fattah Jasin 62 Persen, Begini Estimasinya!

Baihaki juga menyentil kiprah Ahmad Fauzi selama 5 tahun mendampingi Bupati Busyro Karim dalam membangun Sumenep.

“Sesuai kapasitasnya selama ini Wakil Bupati, dapat menjadi bekal potensial untuk bisa mendulang suara terbanyak dalam Pilbup Sumenep,” imbuhnya.

Bagaimana soal Dewi Khalifah? Baihaki menilai, sosok Nyai Eva sangat kental dengan kefigurannya sebagai tokoh religius yang dekat dengan masyarakat perempuan. Apalagi istri Ketua MUI Sumenep ini punya peran strategis sebagai Ketua PC Muslimat NU Sumenep.

“Karena nyai Eva ini ketua Muslimat. Kedua, Nyai Eva pernah dua kali gagal. Maka Nyai Eva ini tentu tidak ingin gagal untuk yang ketiga kalinya. Apapun akan dilakukan oleh Nyai Eva. Ini yang harus digarisbawahi,” tutup Baihaki.




Editor: Ferry Arbania
Sumber:—-