Angka Kemiskinan Pamekasan Turun, Namun?

Terbit: 18 Agustus 2025 | 03:03 WIB

PAMEKASAN, MaduraExpose.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pamekasan mencatat tren positif dalam upaya pengentasan kemiskinan di wilayah tersebut.

 

Berdasarkan data terbaru, persentase penduduk miskin di Pamekasan mengalami penurunan signifikan pada Maret 2024, sebuah kabar baik yang menunjukkan efektivitas program pemerintah daerah.

 

 

Penurunan Angka Kemiskinan

Menurut data BPS Kabupaten Pamekasan, persentase penduduk miskin pada Maret 2024 berada di angka 13,41%. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,44% poin dari posisi Maret 2023 yang mencapai 13,85%.

 

 

Secara absolut, jumlah penduduk miskin di Pamekasan mencapai 123.460 orang. Penentuan kategori miskin ini didasarkan pada garis kemiskinan yang ditetapkan sebesar Rp467.493 per kapita per bulan. Artinya, setiap individu dengan pengeluaran di bawah jumlah tersebut per bulan dikategorikan sebagai penduduk miskin.

 

 

Fokus pada Kemiskinan Ekstrem

Meskipun persentase kemiskinan secara umum menurun, tantangan besar masih terletak pada pengentasan kemiskinan ekstrem. Berdasarkan informasi dari Antaranews Jatim, angka kemiskinan ekstrem di Pamekasan mencapai 0,18% atau setara dengan 16.016 jiwa dari total penduduk.

 

 

Sebagai respons, pemerintah daerah mengalokasikan dana sebesar Rp12 miliar untuk membantu warga yang tergolong dalam kategori ini. Namun, anggaran tersebut diketahui belum mampu mencakup seluruh populasi kemiskinan ekstrem.

 

 

 

Pendekatan Penanganan dan Faktor Penyebab

Dalam penanganan kemiskinan ekstrem, Pemkab Pamekasan lebih memprioritaskan bantuan sosial (bansos) daripada program pemberdayaan. Strategi ini diambil karena, menurut laporan dari Kabar Madura, mereka yang berada dalam kemiskinan ekstrem dianggap “betul-betul tidak berdaya,” sehingga bantuan langsung menjadi solusi yang paling tepat.

 

 

Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap masalah kemiskinan di Pamekasan juga tidak terlepas dari isu struktural. Sebuah penelitian dari Universitas Andalas mengidentifikasi beberapa penyebab utama, seperti tingkat pendidikan yang masih rendah, ketergantungan pada pekerjaan di sektor informal dengan upah minim, dan kurangnya akses terhadap layanan dasar yang esensial.

 

 

Upaya Berkelanjutan

Pemerintah daerah terus berupaya menurunkan angka kemiskinan dengan berbagai program, salah satunya melalui skema bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH). Meskipun demikian, keberlanjutan penurunan angka kemiskinan di masa depan akan sangat bergantung pada kombinasi program bantuan langsung dan strategi jangka panjang yang menyentuh akar permasalahan, seperti peningkatan kualitas pendidikan dan penciptaan lapangan kerja yang lebih layak.

 

 

📊 Situasi Kemiskinan di Kabupaten Pamekasan (Maret 2024)

📉 Penurunan Angka Kemiskinan

  • 13,41%: Persentase penduduk miskin pada Maret 2024.
  • 13,85%: Persentase penduduk miskin pada Maret 2023.
  • 0,44% poin: Penurunan persentase kemiskinan dalam satu tahun.

 

 

💰 Data Kunci & Garis Kemiskinan

  • 123.460 orang: Total jumlah penduduk miskin.
  • Rp467.493/kapita/bulan: Garis kemiskinan yang ditetapkan oleh BPS.

 

 

⚠️ Kemiskinan Ekstrem

  • 0,18% atau 16.016 jiwa: Jumlah penduduk dalam kategori kemiskinan ekstrem.
  • Rp12 Miliar: Anggaran yang dialokasikan Pemkab Pamekasan untuk penanganan kemiskinan ekstrem. (Angka ini tidak mencakup seluruh populasi.)

 

 

💡 Pendekatan Penanganan & Penyebab

Strategi Pemerintah

  • Fokus pada Bansos: Penanganan kemiskinan ekstrem diprioritaskan melalui bantuan sosial (bansos) karena dianggap mereka yang tergolong ekstrem “betul-betul tidak berdaya”.
  • Program Bantuan: Upaya penurunan kemiskinan dilakukan melalui program seperti Program Keluarga Harapan (PKH).

 

 

 

Faktor-faktor Penyebab

  • Tingkat pendidikan rendah
  • Pekerjaan di sektor informal dengan upah minim
  • Kurangnya akses terhadap layanan dasar

Sumber Data: BPS Kabupaten Pamekasan, Antaranews Jatim, Kabar Madura, Universitas Andalas.

 

 

 

📊 Infografis Situasi Kemiskinan Pamekasan

Berdasarkan data BPS per Maret 2024

📉

13,41%

Penduduk Miskin

Maret 2024

⬇️

0,44% poin

Penurunan dari tahun 2023

Maret 2023: 13,85%

👥

123.460

Jumlah Penduduk Miskin

💸

Rp467.493

Garis Kemiskinan/kapita/bulan

Fokus pada Kemiskinan Ekstrem

💔

16.016 Jiwa

(0,18% dari total penduduk)

Populasi Kemiskinan Ekstrem

💰

Rp12 Miliar

Anggaran Bantuan

Namun tidak mencakup seluruh populasi.

Penyebab dan Upaya Penanganan

🧑‍🎓

Tingkat Pendidikan Rendah

👨‍💼

Pekerjaan Informal & Upah Rendah

🏥

Kurangnya Akses Layanan Dasar

Upaya Utama Pemerintah: Program Bantuan Sosial (PKH)

Sumber: BPS Kabupaten Pamekasan, Antaranews Jatim, Kabar Madura, Universitas Andalas

 

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Sembilan Jam Pamekasan dalam Bidikan Korsubgah KPK

Terbit: 10 April 2026 | 05:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – PAMEKASAN – Pertemuan tertutup selama sembilan jam antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Pemerintah Kabupaten Pamekasan di Pendopo Ronggosukowati menjadi sinyal…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *