MADURA EXPOSE– Rehab fisik bangunan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) sumenep dinilai banyak kalangan sarat dengan kejanggalan.

Pasalnya, pada saat menjelang Pilkada Sumenep tahun 2015 silam, para kiai dan seluruh penghuni Kantor MUI diusir secara halus dengan diterbitkannya surat bertanda tangan Sufianto,Kepala Disbudparpora Sumenep,Madura.

Belakangan terendus kabar tidak mengenakkan,jika perbaikan kantor MUI Sumenep itu diduga terjadi jual beli proyek.

“Kuat dugaan adanya jual beli proyek antara oknum Disbudparpora dengan salah satu oknum anggota dewan.Saya sudah konfirmasi langsung dengan pihak korban dan Disbudparpora”, ujar Sarkawi,Ketua LSM Gerindo kepada Madura Expose dirumahnya,baru-baru ini.

Kantor MUI sumenep dalam proses penyelesaian rehab /MaduraExpose.com

Sementara Sufianto,berkali-kali dikonfirmasi melalui telpon genggamnya tidak merespon.

Bahkan dikonfirmasi usai rapat koordinasi Di kantor Pemkab baru-baru ini,terkesan mengalihkan persoalan dan enggan berkomentar.

“Sampean nggak gabung ke Forwapar ya”,ungkap Sufianto sambil melihat Visit.co.id melalui ponsel milik redaksi MaduraExpose.com.***

(Ferry Arb) ###

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM
HotNews:  Mengungkap Mafia Beras Oplosan Sumenep, KONTRA'SM Ingatkan Polres Soal 'Equality Before The Law'