MADURA EXPOSE, SUMENEP–Pihak pengelola pasar Lenteng, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep nampak geram dan tidak terima atas tudingan dari sejumlah pedagang yang mengaku jadi korban penggusuran lantaran lapak mereka akan di renovasi.

Anehnya, kepala pasar Lenteng, Rasid saat di konfirmasi awak media yang tergabung dalam aliansi jurnalis madura (AJM) melalui telepon selulernya meminta kepada awak media untuk di pertemukan dengan pedagang tersebut.

“Jika memang seperti itu apa yang di sampaikan oleh pedagang bisa di hadapkan ke saya orangnya,” Kata rasid kepada awak media selasa (25/09).

Menurutnya apa yang di sampaikan pedagang itu simpang siur tidak sesuai dengan fakta di lapangan, pihaknya sudah jauh-jauh hari telah menjelaskan kepada para pedagang bahwa tokonya akan di renovasi.

“Memang hari sabtu saya umumkan kepada pedagang untuk mengosongkan tokonya karena saya dapat perintah,” ucapnya.

Mengenai masalah tempat sementara bagi para pedagang untuk berjualan, pihaknya memang mengakui bahwa pengelola pasar memang tidak bisa menyediakan tempat yang lebih layak bagi para pedagang sampai renovasi selesai di kerjakan.

“Untuk tempat sementara bagi para pedagang agar bisa berjualan saya hanya bisa menyediakan los saja, jika pedagang meminta untuk di sediakan warung saya tidak mungkin bisa, sebab kami tidak mempunyai dana, dan itupun sudah saya jelaskan kepada para pedagang sebelumnya. Pungkasnya.

Di beritakan sebelumnya renovasi pasar lenteng di keluhkan oleh sejumlah pedagang tentang penggusuran beberapa toko tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu kepada para pedagang dan juga tidak di sediakannya tempat sementara bagi para pedagang untuk berjualan. (red/SAP/NDR/ajm)

HotNews:  Aktivis Malari 74: Reformasi Jilid 2 Mulai Terlihat