Madura Expose- Setelah resmi mengantongi SK Menteri Hukum dan HAM RI dengan Nomor AHU00463.60.10.2014, Perhimpunan Advokat Republik Indonesia (Peradri) langsung mendapat sambutan hangat dari masyarakat luas.

Beberapa waktu lalu, empat advokat muda yang merupakan dosen Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Cokroaminoto Pinrang. Keempat advokat muda ini dilantik bersama 20 advokat se-Sulawesi Selatan.

Terbaru, Peradri mulai mengepakkan sayap perjuangannya di Kabupaten Sumenep, yang selama ini dikenal penghasil migas terbesar di Pulau Madura, Jawa Timur.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Saat ini kami sudah membuka peluang bagi para sarjana hukum di Sumenep untuk menjadi advokat profesional dengan membuka pendaftaran mulai tanggal 5-20 Pebruari 2016. Saratnya mudah kok, hanya menyerahkan foto copy ijazah S-I SH maupun SHi”, ujar Syaiful Bahri,SH, Ketua Dewan Pimpinan Peradri Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kepada MaduraExpose.com, Sabtu (13/2/2016).

Para sarjana hukum yang sudah mendaftarkan ini, nantinya akan diuji oleh Peradri pusat, yang dijadwalkan pada hari Kamis, 25 Pebruari 2016.

“Semua peserta akan mengikuti ujian profesi Advokat Peradri di Sumenep. Kami harapkan semua calon peserta sudah memenuhi persyaratan termasuk melunasi biaya tray out sebear Rp 300 ribu yang disetor ke Panitia”, imbuhnya pria yang akrab dipanggil Ipung ini.

[fer/***]