Aliansi Jurnalis Parlemen Pertanyakan Eskistensi Majalah Parlemen

0
305
Busri Toha, salah satu wartawan AJP saat hendak membaca majalah Parlemen/Dok.MaduraExpose.com

MaduraExpose.com– Salah satu Fungsionaris Aliansi Jurnalis Parlemen (AJP) Hambali Rasyidi menyoroti keberadaan majalah Parlemen yang diterbitkan oleh bagian Humas DPRD Sumenep.

Pasalnya, keberadaan majalah tersebut dalam penerbitannya diduga tidak konsisten per-edisinya. Padahal media yang difungsikan sebagai corong para wakil rakyat tersebut menguras APBD hingga ratusan juta rupiah pertahunnya.

“Kami mempertanyakan kejelasan media Parlemen melalui kehumasan di DPRD Sumenep.Terbitnya itu bulanan apa mingguan atau bagaimana,” sindir Hambali Rasyidi dalam diskusi terbatas bersama Aliansi Jurnalis Parlemen, Rabu 23 Oktober 2019.

Hambali Rasyidi

Pernyataan Hambali itu diakuinya, untuk membuka secara transparan mengenai pengelolaan media di parlemen sekaligus sebagai respon dari beredarnya status Wakil Ketua DPRD Sumenep Indra Wahyudi yang baru-baru dinilai menyinggung marwah awak media melalui statusnya di facebook.

“Biar semuanya jelas, media mana sebenarnya yang dinilai ecek-ecek seperti ditulis dalam status facebook salah satu anggota DRPD Sumenep itu,” timpal pria yang juga pengusaha media ini.

Sementara Siswahyudi Bintoro, Kabag Humas DPRD Sumenep dikonfirmasi by phone terkait tidak konsistennya penerbitan majalah Parlemen, justru tidak menampik dan pihaknya mengakui hal tersebut. Namun ketika ditanya berapa ratus juta yang dianggarkan dalam penerbitan Majalah Parlemen itu, pihaknya mengaku tidak tahu. Dan pihaknya menyarankan ke stafnya yang bernama Asyik. Sayangnya asyik malah mengaku tidak tahu dan meminta awak media tanya langsung ke Bintoro Kabag Humas.

Sebelumnya, Indra Wahyudi dalam konfirmasi diruang kerjanya menuding adanya media ecek-ecek dan sebagainya.

Namun ketika didesak untuk menyebutkan media apa saja yang dianggap ecek-ecek, Indra malah berdalih,

“Ya, Saya menemukan (media ecek-ecek itu, Red) tapi saya tidak perlu menyebutkan media itu. Sudah biarkan menjadi ranah kita.

Indra juga memberikan tafsiran yang terkesan sepihak terkait keberadaan media dewasa ini.

“Bahwa media-media yang keberadaannya tiba-tiba ada, satu minggu ada, satu minggu tidak ada. Saya berharap, kemudian tidak ada media yang seperti itu,” tandasnya. (fbr/tim/red)

Artikel ini tayang sebelumnya di situs Policeline.co dengan judul
Buntut Pernyataan Indra di Medsos, AJP Balik Serang Majalah Parlemen DPRD Sumenep