MADURA EXPOSE–Aktivis Kawal Jatim, Tamsul mengaku sangat menyesalkan konfirmasi via telpon yang diduga dilakukan oleh pihak Badan Kehormatan-BK DPRD Pamekasan terhadap Adezta Mellany, terkait adanya surat “bodong” yang mengatasnamakan perempuan malang asal Padewamu tersebut.

“Saya menyesalkan cara-cara yang dilakukan pihak BK DPRD dalam melakukan konfirmasi kepada Dezta hanya melalui telpon. Harusnya melalui cara berertika dengan membuat surat resmi kepada yang bersangkutan”, ujar Tamsul melalui telpon genggamnya kepada Madura Expose, Selasa 22 Maret 2016.

Aktivis berambut gondrong ini menilai apa yang dilakukan BK (dengan menghubungi Adezta via telpon) menunjukkan lemahnya peran wakil rakyat dalam menghadapi persoalan serius yang menyangkut kepentingan rakyat.

“Cara-cara tidak prosedural yang dilakukan pihak BK DPRD Pamekasan dalam menangani kasus Adezta ini bisa menciderai kehormatan institusi negara tersebut dan merugikan pihak korban”, imbunya.

Selain itu, Tamsul juga membeberkan fakta-fakta baru yang mengarah pada terjadinya perbuatan asusila yang menyeret korban-korban lainnya, pasca beredarnya foto mesra Adezta dengan foto mirip Ketua Komisi III DPRD dari Fraksi PPP Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
“Sudah ada dua perempuan yang mengaku korban IS (inisial). Nanti kami bongkar semuanya di BK DPRD Pamekasan, termasuk testimoni para korban”, pungkasnya. [add/fer]

HotNews:  Keras! Takmir Masjid Tegur Bupati Sumenep dan Bubarkan Rapid Test