
Maduraexpose.com—-
Pukul 05.23 WIB, Kamis pagi, saya mewatsApp seorang kawan politisi. Dia cukup familiar di antara kawan-kawan anggota dewan incumbent saat ini. Dan tahun ini, dia mencalonkan kembali.
Dalam sebuah kalimat sapaan, saya berharap dia bisa terpilih lagi. Dan pada kalimat selanjutnya, saya mengharuskan dia untuk mentraktir teh jahe dan krupuk di warkop Pak Jono.
Meskipun, seingat saya, kami belum pernah ngeteh bareng di warkop pak Jono, yang letaknya berada tepat di belakang kantor DPRD. Namun, di tempat lain, kami pernah serius berbagi pandangan, tentu dengan teh jahe yang jauh lebih mahal.
Saya memilih warkop pak Jono, untuh ngeteh bareng, bukan tanpa alasan. Minimal, dia akan semakin yakin bahwa harga “pertemanan” tidak ikut-ikutan mahal setiap menjelang pemilihan. Teman tetaplah teman. Meskipun komunikasi jarang dilakukan.
Saat membincang pemilu, saya yakin, kawan politisi ini sudah berbulan-bulan lalu menghadapi momen berbahaya, namun sulit untuk menghindarinya. Jika ia nekat menghindar, konstituen berpotensi bubar.
Biasanya, menjelang pemilu, setiap caleg selalu dicap kaya, dan harus bisa terus-terusan memberikan rasa aman dan nyaman. Entah kenapa, setiap 5 tahun sekali, sebagian masyarakat ingin selalu “dimanja”. Tanpa memikirkan akibatnya.
Setiap 5 tahun sekali, masyarakat seakan mendadak lupa bahwa para caleg, yang tak lain adalah manusia biasa, berpotensi menyimpan dendam yang berbahaya. Saat terpilih, mereka bisa saja melakukan “serangan balasan”, menghambur-hamburkan anggaran untuk membeli kopi yang jauh lebih mahal.
Di kampung saya, setiap pemilu digelar, sering sekali joki-joki politik muncul secara dadakan. Mereka selalu berkoar punya kemampuan untuk memenangkan salah satu kontestan. Dengan satu syarat, dipenuhi seluruh “pembiayaan”.
Di kampung kawan politisi ini, hal serupa bisa saja terjadi. Akan tetapi, dengan terpaksa, dia harus tetap tersenyum pada konstituen yang (mungkin) jelas-jelas akan merugikannnya lagi.
Jika politik traksaksional yang terjadi, masyarakat seharusnya malu jika menuntut realisasi janji dari para politisi. Sebab, tuntutan itu bisa jadi dianggap basi. Sebab sudah selesai dibeli. Lalu untuk apa ditagih lagi?
Terakhir. Maksud dari catatan ini, sejak awal, tidak saya niatkan untuk menghimbau agar kawan politisi itu berhati-hati. Tidak. Catatan ini hanyalah usaha kesekian saya untuk menghindari menulis politik. Ternyata tidak bisa. Kali ini, saya seperti mewakili para calegnya. Aduh! ngeri.
Pragaan, 1 Februari 2024





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)