Grand Launching SPPG Rubaru, Program Makan Bergizi Gratis di Sumenep Sasar 2.833 Siswa

oleh -696 Dilihat
Indra Wahyudi
Terbit: 11 Januari 2026 | 22:40 WIB

MaduraExpose.com – Implementasi program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep memasuki babak baru. Hal ini ditandai dengan Grand Launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mitra Mandiri Nurul Karomah di Desa Bunbarat, Kecamatan Rubaru, Sabtu (10/1/2026).

Satuan pelayanan ini diproyeksikan melayani 2.833 siswa dari 56 lembaga pendidikan di wilayah tersebut. Program ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam membangun fondasi kesehatan dan kecerdasan generasi masa depan dimulai dari tingkat desa.

 


Visi Presiden RI: Gizi Cukup untuk Generasi Cerdas

Komandan Kodim 0827/Sumenep, Letkol Inf Bendi Wibisono, menegaskan bahwa MBG merupakan program prioritas Presiden RI untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing global.

“Harapan Bapak Presiden, kebutuhan gizi anak terpenuhi sehingga pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan otak berjalan optimal. Program ini sangat bermanfaat untuk memastikan anak-anak kita sehat dan siap belajar,” ujar Bendi Wibisono di lokasi peresmian.


Multiplier Effect: Ekonomi Masyarakat Ikut Bergerak

Selain fokus pada kesehatan siswa, Letkol Bendi menjelaskan bahwa program MBG membawa dampak ekonomi berantai (multiplier effect) bagi warga Sumenep, khususnya di Kecamatan Rubaru.

“Program ini membuka lapangan pekerjaan baru dan melibatkan pelaku UMKM sebagai pemasok bahan baku. Artinya, selain anak-anak sehat, ekonomi masyarakat juga ikut bergerak aktif,” jelasnya.

Pemilik SPPG Yayasan Mitra Mandiri Nurul Karomah, Indra Wahyudi, mengamini hal tersebut. Ia menyebut operasional dapur SPPG telah menyerap tenaga kerja lokal yang sebelumnya menganggur.

Dampak Sosial-Ekonomi SPPG Rubaru:

  • Penyerapan Tenaga Kerja: Mengkaryakan warga lokal untuk operasional dapur.

  • Pemberdayaan UMKM: Petani sayur, peternak ayam, dan pedagang telur kini memiliki pasar tetap.

  • Rantai Pasok Lokal: Bahan baku diambil langsung dari hasil bumi wilayah sekitar, memangkas rantai distribusi dan meningkatkan pendapatan petani.

“Para petani dan pelaku usaha kecil kini memiliki pasar yang jelas dan berkelanjutan. Pemasok hasil bumi dapat langsung menjual produknya ke dapur kami. Ini peluang nyata bagi UMKM lokal untuk berkembang bersama,” ungkap Indra Wahyudi.

Sinergi Lintas Sektor di Sumenep

Peresmian SPPG di Rubaru ini dihadiri oleh jajaran TNI-Polri, perangkat kecamatan, serta tokoh agama dan masyarakat setempat. Sinergi ini diharapkan menjadi model keberhasilan kolaborasi antara kebijakan nasional dan pemberdayaan potensi lokal dalam mewujudkan kemandirian pangan dan kualitas SDM.

Dengan distribusi yang mencakup ribuan siswa setiap harinya, program MBG di Sumenep kini menjadi katalisator bagi transformasi kesehatan sekaligus kebangkitan ekonomi di level akar rumput. [Tim/Red]

Tentang Penulis: MADURA EXPOSE

Gambar Gravatar
www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum