Capek Scroll: Baca Berita Penting Aja!!!

 


Hot Expose

Advokat Peradi dan Humas Polres Sumenep Beda Tafsir Soal Pidana 4 Anggota Polisi

159
×

Advokat Peradi dan Humas Polres Sumenep Beda Tafsir Soal Pidana 4 Anggota Polisi

Sebarkan artikel ini
Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti,S,SH [Dok. MaduraExpose]

Sumenep (Maduraexpose.com)— Kasih Humas Polres Sumenep AKP Widiarti,S,SH mengklaim bahwa sidang kode etik terhadap 4 anggota Reskrim Polres Sumenep sudah dianggap selesai karena menurutnya, proses terjadinya penembakan dan saksi-saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) terhadap Almarhum Herman dinilai membahayakan orang lain.

“Keputusan sidang itu sdh inkrah, tdk ada lagi sidang TP umum. Karena proses sampai terjadinya penembakan dan saksi2 di TKP alm herman sdh membahayakan orang lain dan petugas,”demikian AKP Widiarti saat mengklarifikasi melalui WhatasApp yang diterima Maduraexpose.com. Rabu 01 Juni 2022.


Pernyataan Kasi Humas Polres Sumenep ini bertolak dengan pandangan sejumlah pakar hukum yang telah dikonfirmasi Maduraexpose.com.
Salah satunya Zamrudh Khan,SH pengamat hukum dari KONTRA’SM Sumenep justru memandang peluang untuk memproses 4 anggota Reksrim Polres yang terlibat penembakan higga korban Herman nyawanya tak tertolong itu sangat kuat .

”Nah Pidana itu akan semakin Kuat manakala disertai oleh Pelanggaran Kode Etik dalam Kasus ini.Lalu dari kasus ini pasal berapa dan dimana pidananya ? Anda bisa baca pada pasal 338 KUHP itu, walaupun ini karus dilakukan Pemeriksaan dan Penyidikan apabila kasus ini mengarah kepada pasal tersebut”, tandas Zamrud.

Seperi diketahui sebelumnya, Herman (24), warga Desa Gadu Timur Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep, ditembak mati di jalanan sebab disangka sebagai seorang begal motor. Kasus ini menyeret empat anggota polres setempat pada sidang Kode Etik Profesi Polri (KEPP).

 


HotNews:  Kalah Judi Slot, Suami di OKU Tewas Gantung Diri
---
***