Adu Kuat Eks Cawabup 2020 Versus Petahana 2024

Terbit: 23 September 2024 | 03:05 WIB

Penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep telah diumumkan KPU setempat melalui sejumlah media pada Ahad 22 September 2024 sore.

Menarik, sekaligus mendebarkan karena pintu gerbang kontestasi makin terbuka, Pilkada didepan mata. Ada banyak pertimbangan antara melanjutkan ataukah perubahan. Pernak-pernik perbedaan dikalangan masyarakat “konstituen” mulai terasa ombaknya, meski terlihat tenang dipermukaan. Wajar kalau hari ini, KPU Sumenep akan menggelar “deklarasi Pilkada damai,”.

Mewujudkan Pilkada Sumenep damai dan demokratis tidaklah semata menjadi tanggung jawab lembaga-lembaga pemerintah seperti KPU dan Bawaslu. Melainkan Seluruh elemen masyarakat, termasuk Polisi dan Jurnalis.

Tak heran, kalau pada hari terakhir pendaftaran Cabup-Cawabup di KPU, Polres Sumenep menggelar Piramida alias Ngopi Bareng Awak Media di Hotel C-1 dengan melibatkan ratusan wartawan, turut mendeklarasi Pilkada damai dan anti hoax.

Pelaksanaan Pilkada Sumenep kali ini benar-benar terlihat damai, namun belum tentu ada “kompromi” untuk memenangkan salah satu calon. Maklum “cuma” dua pasangan calon yang akan “bertarung”, yakni calon petahana Achmad Fauzi- Imam Hasyim (Faham) yang akan berkontestasi melawan rival politiknya Ali Fikri-Muh. Unais Ali Hisyam (Final).

Ada yang menarik, dari kedua paslon yang sudah ditetapkan KPU Sumenep ini, Ali Fikri merupakan mantan Calon Wakil Bupati (Cawabup) dari Fattah Jasin, Calon Bupati (Cabup) pada Pilkada Sumenep 2020. Kala itu, Paslon Fattah Jasin- Ali Fikri didukung oleh partai politik dengan jumlah wakil di parlemen sebanyak 30 kursi, yakni PKB 10 kursi, PPP 7 kursi, Demokrat 7 kursi, NasDem 3 kursi, dan Hanura 3 kursi.

Adapun paslon Achmad Fauzi-Dewi Khalifah didukung oleh partai dengan keterwakilan di parlemen sebanyak 20 kursi, masing-masing Partai Gerindra 6 kursi, PAN 6 kursi, PDIP 5 kursi, PKS 2 kursi dan PBB 1 kursi.

Menariknya lagi, dulu KH Imam Hasyim, yang kini menggantikan “posisi Nyai Eva” sebagai Cawabup Achmad Fauzi Wongsojudo diketahui meruapakan pendukung utama KH Ali Fikri saat menjadi Cawabupnya Fattah Jasin pada Pilkada Sumenep 2020.

Kini kedua tokoh itu “beda jalan, beda pilihan politi,” bahkan menjadi rival politik di Pilkada serentak di Kabupaten Sumenep tahun ini.

Berubahnya komposisi paslon dan parpol pendukung dinilai banyak kalangan akan “merumitkan” para paslon dalam memetakan kekuatannya dan lumbung suaranya. Hingga wajar, “senyapnya” Pilkada Sumenep kali ini dari hiruk pikuk di dua kubu pendukung pasangan calon, karena diduga kuat banyak tokoh pendukung paslon yang “belum siap” terang-terangan menyatakan dukungannya terhadap salah satu paslon.

Sampai disini, saya jadi teringat kata bijak, “Pemilih cerdas membuat keputusan, bukan mengikuti arus.”. “Selamat Mengambil Keputusan”.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

HPN 2026: Pers Madura Bukan Sekadar “Tukang Foto”, Tapi Penjaga Waras di Era Digital

Terbit: 11 Februari 2026 | 13:55 WIB EDITORIAL – Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026 ini bukan sekadar seremoni potong tumpeng atau bagi-bagi plakat. Bagi kami di Madura Expose, momen…

TAJUK: Menanti Nyali Kejari Sumenep—Ojo’ Mateh Angen, Segera Seret Dalang Korupsi KPU!

Terbit: 10 Februari 2026 | 11:37 WIB MADURA EXPOSE, SUMENEP – Rakyat Sumenep bukan kumpulan orang bodoh yang bisa terus-menerus disuapi janji dan alasan teknis. Di atas tanah ini, kejujuran…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *