ADD Tak Kunjung Cair, Pemkab dinilai paling ‘berdosa’

Terbit: 13 Mei 2015 | 10:01 WIB

Sumenep, MaduraExpose.com- Molornya pencairan Anggaran Dana Desa (ADD) dinilai banyak kalangan karena Pemkab lamban memberikan sosialisasi dan fasilitasi .

Pernyataan itu disampaikan Mulyadi, anggota LSM Petir kepada awak media menanggapi banyaknya keluhan perangkat desa terkait sejumlah dokumen dan persyaratan pencairan ADD yang dinail sangat ribet dan membebani pemerintahan desa.

“Pemerintahan desa sekarang mengeluh, puyeng karena terlalu banyak persyaratan yang harus diselesaikan untuk pencairan ADD seperti RKP, RPJMDes dan RAPBDes. Belum lagi sosialiasi Pemkab sangat lamban”, ujar Mulyadi anggota LSM Petir yang juga menjabat sebagai Ketua BPD Desa Payudan Daleman, Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur.

Untuk mencairkan Anggaran Dana Desa (ADD), Pemerintah Desa harus menyetor sejumlah dokumen persyaratan, diantaranya RAPBDes, RPJMDes dan RKP.

Lambannya sosialisasi dan fasilitasi dari Pemkab Sumenep itu, lanjut Mulyadi, merugikan pihak pemerintahan desa yang menyebabkan penuntasan pembuatan dokumen persyaratan ikut molor, termasuk pencairan dana yang sangat dibutuhkan untuk pembangunan desa.

Dikonfirmasi wartawan, Ali Dafir, Kabag Pemdes Setkan Sumenep membeberkan jika sampai detik ini, tak satupun pihak desa yang menyetorkan persyaratan tersebut. Padahal, kata dia, anggaran dana desa sudah siap dikucurkan.

(m2d/fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *