MaduraExpose.com – Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar—yang akrab disapa Cak Imin—memberikan atensi serius terhadap lumpuhnya infrastruktur di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) akibat bencana banjir bandang. Lewat pernyataannya di media sosial, Cak Imin menekankan pentingnya konektivitas darat untuk mempercepat distribusi bantuan bagi rakyat yang terdampak.
Namun, di tengah komitmen pemerintah tersebut, suara miring dari netizen mulai bermunculan, menyoroti urgensi bantuan yang belum merata hingga ke daerah terpencil.
Upaya Sambung Jalur Darat dan Bantuan Udara
Melalui akun X pribadinya (@cakimiNOW), Cak Imin menegaskan bahwa kerja keras sedang dilakukan untuk menghubungkan kembali akses transportasi yang terputus di tiga provinsi strategis di Sumatera tersebut.
“Kerja keras memperbaiki infrastruktur terus dilakukan untuk menghubungkan kembali Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui jalur darat. Bantuan juga terus disalurkan melalui udara agar kebutuhan dasar bisa lebih cepat sampai,” tulis Cak Imin, Rabu (17/12/2025).
Cak Imin berharap gerakan kolektif seluruh rakyat Indonesia mampu membuat wilayah-wilayah terdampak segera bangkit dari keterpurukan pasca-bencana.
“Gerak Cepat” atau “Amunisi Politik”?
Meski pemerintah dan tokoh politik mulai bergerak, reaksi publik di media sosial tampak terbelah. Salah satu akun, @RealSS , melontarkan kritik pedas yang menyebut gerak cepat pemerintah seringkali dibarengi dengan kepentingan politik.
“Banjir bandang ngehantam Aceh-Sumut-Sumbar, ribuan nyawa hilang, infrastruktur ambruk. Pemerintah buru-buru perbaiki jalur darat dan kirim bantuan udara – cepet geraknya kalau sudah jadi amunisi politik nih. Tapi gotong royong rakyat yang bikin bangkit,” tulis akun tersebut dengan nada menyindir.
Jeritan dari Pelosok: “Desa Kami Hilang!”
Di sisi lain, keluhan memilukan datang dari akun @adamxpkb yang meminta perhatian khusus untuk daerah-daerah yang benar-benar terisolasi. Menurutnya, masih banyak warga di pelosok yang belum tersentuh bantuan sejak hari pertama bencana.
“Please bantuannya ke daerah-daerah pelosok yang paling terisolasi, yang belum mendapat bantuan sejak hari pertama banjir, yang desanya hilang, dan yang jauh dari pusat kota,” pintanya di kolom komentar.
Hingga berita ini diturunkan, perbaikan infrastruktur masih terus dikebut. Masyarakat menanti pembuktian dari pemerintah bahwa bantuan udara maupun darat benar-benar sampai ke titik-titik koordinat tersulit, bukan sekadar di pusat kota atau wilayah yang terjangkau kamera media saja.
(Tim/Red)
Kerja keras memperbaiki infrastruktur terus dilakukan untuk menghubungkan kembali Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat melalui jalur darat. Bantuan juga terus disalurkan melalui udara agar kebutuhan dasar bisa lebih cepat sampai. Semoga semua upaya kuta semua seluruh rakyat… pic.twitter.com/TemCZfq5TT
— A Muhaimin Iskandar (@cakimiNOW) December 17, 2025








