Bupati diminta Copot Sitrul, Politisi PDIP: Itu Wajar!!!

Terbit: 12 Oktober 2015 | 10:54 WIB

Sumenep, Maduraexpose.com- Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan Sumenep, Bambang Prayogi kepada awak media setempat bilang, desakan mahasiswa terhadap Bupati Busyro Karim segera mencopot Sitrul Arsy dari jabatannya sebagai Direktur Wira Usaha Sumekar (PT.WUS) adalah sesuatu yang wajar.

“”Wajar saja mahasiswa desak pencopotan Direktur PT WUS. Kontribusinya tidak jelas’, ujar Bambang Prayogi, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep kepada awak media.

Desakan pencopotan terhadap Sitrul Arsy ini bukan hanya sekali dilancarkan para aktivis mahasiswa di Sumenep. Bahkan sudah berkali-kali mereka melakukan aksi unjuk rasa, baik ke kantor Pemkab maupun ke kantor PT WUS sendiri.

Bambang Prayogi yang juga anggota Komisi II (dulu komisi B) melihat kontribusi PT WUS terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Sumenep dinilai tidak jelas. Padahal, perusahaan milik BUMD tersebut sudah digelontor dana awal miliaran rupiah.

”Modal awal PT WUS itu mencapai 15,5 Miliar lho”,sindirnya.

Bambang mengakui, sebagai lembaha pengawas di legislatif, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dengan memberikan masukan terhadap bupati Sumenep Busyro Karim agar meninjau ulang keberadaan maupun kontribusi PT WUS selama ini.
Hal itu dilakukan karena Komisi B atau Komisi II membidangi masalah ekonomi yang juga berkaitan dengan aset daerah.

“(Soal pencopotan) Itu domainnya para pemegang saham, terutam Bupati. Percuma kami ngotot kalau pemegang sahamnya mempertahankan (dirketur PT WUS)”, imbuh Babang Prayogi.

Anggota dewan yang sudah tiga priode di Komisi II ini menambahkan, beberapa waktu lalu pernah dilakukan hearing antara PT WUS dengan Komisi B/II, meski hasilnya sangat mengecewakan karena data tidak tersedia, termasuk belum dilakukan peninjauan langsung terkait aset yang dimiliki oleh PT Wira Usaha Sumekar yang ‘dinahkodai’ Istrul Asry tersebut.

Sementara berkaitan dengan alasan PT WUS belum bisa memberikan kontribusi besar ke PAD dengan dalih perbaikan tanki-tanki bocor. Padahal tahun lalu, lanjut Bambang, pihaknya sudah menganggarak Rp 1,1 miliar untuk perbaikan tanki-tanki yang bocor tersebut.

“Yang jantan dong. (kenapa takut) menemui mereka (mahasiswa dan pihak-pihak lain yang selama ini mempersoalkan PT WUS)”, tutup Bambang Prayogi.

(roz/fer/***)

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

    Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

    Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

    Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *