700 orang Lebih Meninggal dalam Tragedi Mina

Terbit: 25 September 2015 | 00:54 WIB

Maduraexpose.com- Sedikitnya 700 jemaah haji meninggal dunia karena berjejalan saat hendak melempar jumroh di Mina sementara 800 lebih cedera pada Kamis (24/09).

Pihak berwenang Arab Saudi mengatakan 4.000 aparat dikerahkan di tempat kejadian bersama dengan 200 petugas bantuan darurat.

Korban yang cedera mendapat bantuan langsung di tempat kejadian maupun dibawa ke rumah sakit terdekat.
Sekitar dua juta umat Islam melakukan ibadah haji di Arab Saudi, yang tahun ini juga diwarnai dengan insiden jatuhnya derek di Mekkah yang menyebabkan 100 lebih jemaah tewas, termasuk 11 jemaah haji asal Indonesia.

Dalam insiden di Mina, yang terjadi pada hari raya Idul Adha ini, belum disebutkan asal negara dari korban jiwa yang jatuh.

Namun koresponden BBC Seksi Hausa, Tchima Illa Issoufou, yang berada di tempat kejadian mengatakan banyak jemaah haji dari Niger meninggal dunia.

Sementara itu perwakilan pemerintah Indonesia di Arab Saudi sudah mengirim tim untuk memastikan apakah ada jemaah haji Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa di Mina ini.

Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi mengatakan masih belum mengetahui penyebab tragedi berjejalan ini.
Tahun 2006 lalu, juga terjadi tragedi serupa dengan korban jiwa mencapai 364 jemaah haji.

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Kasus Air Keras KontraS: Polri Kantongi Rekaman CCTV dan Periksa Dua Saksi Kunci!

    Terbit: 14 Maret 2026 | 09:38 WIB JAKARTA, MaduraExpose.com – Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) mengonfirmasi perkembangan signifikan dalam penyelidikan kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis…

    Polisi Buru Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Jejak ‘OTK’ di Salemba Mulai Terkuak!

    Terbit: 13 Maret 2026 | 22:25 WIB JAKARTA, MaduraExpose.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia secara resmi menyatakan telah memulai penyelidikan menyeluruh atas kasus penyiraman cairan berbahaya yang menimpa Wakil Koordinator…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *