Budaya Jilbab di Sumenep Masih Kental

Terbit: 1 Juli 2015 | 18:44 WIB

MaduraExpose.com- Penggunaan jilbab atau hijab dikalangan wanita Madura yang tinggal di desa-desa, oleh sebagian kalangan dinilai telah mengalami perubahan, terutama dikalangan kaum remaja putri.

Kendati demikian, disejumlah desa tertenu di Sumenep, Madura, dipandang masih memiliki tradisi yang sangat menggembirakan, terutama bagi kalangan muslimah.

“Banyak orang juga bilang jika kebudayaan dan tradisi Islami di Desa Karay (Kecamatan Ganding, Red) dan Ambunten masih sangat kental. Kebanyakan wanitanya masih setia menggunakan jilbab”, ujar KH.Fayyad As’ad, Pengasuh Pondok Pesantren Karay, Dusun Mandala, Desa Ketawang Karay, Kecamatan Ganding, Sumenep, Madura, Jawa Timur saat berbincang dengan MaduraExpose.com, baru-baru ini.

Hasil penelusuran MaduraExpose.com, selain dua desa yang telah disebutkan, beberapa desa di Kecamatan Gapura, Sumenep juga memiliki kepedulian yang sangat kuat terhadap budaya-budaya Islam, seperti penggunaan jilbab dikalangan wanita.

“Alhamdulillah di desa kami masih kuat menerapkan budaya jilbab. Malah ditempat saya, wanita yang tidak mengenakan jilbab pada saat hendak keluar rumah, pasti dinilai negatif”, ujar Azizah kepada MaduraExpose.com

FERRY ARBANIA

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Lebaran dr. Tifa: Antara Langkah Sunyi, Luka yang Sakral, dan Kemenangan Hati

Terbit: 19 Maret 2026 | 20:10 WIB SUMENEP – Di tengah gempita perayaan Idul Fitri 1447 H, sebuah pesan kontemplatif datang dari sosok intelektual dr. Tifauzia Tyassuma (dr. Tifa). Melalui…

Mudik 2026: Komisi VI DPR RI Soroti Kegagalan Mitigasi BUMN Karya di Jalur Krusial

Terbit: 17 Maret 2026 | 23:21 WIB JAKARTA – Arus mudik Lebaran 2026 yang seharusnya menjadi momentum kebahagiaan nasional, kini berubah menjadi ujian kesabaran bagi jutaan masyarakat. Kendala klasik berupa…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *