Tongkang Batu Bara Terbalik di Perairan Mamburit: Detik-detik Menegangkan di Selat Kangean!

Terbit: 27 Februari 2026 | 22:39 WIB

MADURAEXPOSE.COM – Kecelakaan laut hebat kembali melanda perairan Sumenep. Tongkang TK. TRAND ASIA PB.5 yang bermuatan batu bara dilaporkan mengalami kebocoran hingga miring dan akhirnya terbalik di perairan selat Pulau Mamburit, Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Kamis (26/2/2026).

Insiden yang terjadi sekitar pukul 14.09 WIB ini sempat memicu kekhawatiran karena muatan batu bara yang dibawa sebagian besar tumpah ke laut. Tongkang yang digandeng oleh Kapal TB. DC 9 (GT 151) tersebut diketahui sudah mengalami kendala teknis sejak satu bulan lalu sebelum akhirnya dihantam ombak besar.

Kronologi: Bocor, Miring, Lalu Dihantam Gelombang

Berdasarkan keterangan Humas Polres Sumenep, AKP Widi, kejadian bermula saat tongkang tersebut mengalami kandas dan kebocoran sebulan silam. Upaya evakuasi muatan batu bara ke tongkang lain sempat dilakukan untuk mengurangi beban. Namun, cuaca buruk di Selat Mamburit berkata lain.

“Pada Kamis sore, kami menerima informasi dari pihak Syahbandar Kangean bahwa tongkang mengalami kemiringan ekstrem setelah dihantam ombak saat posisi kandas,” ujar AKP Widi. Akibat hantaman gelombang, keseimbangan tongkang hilang hingga terbalik sepenuhnya dan memuntahkan muatannya ke perairan.

Beruntung, aksi cepat nelayan lokal berhasil mengevakuasi seluruh pekerja dan mandor yang berada di atas kapal. “Seluruh kru dalam keadaan aman. Evakuasi dilakukan oleh nelayan sekitar dengan lancar,” tambahnya.

Langkah Darurat dan Dampak Lingkungan

Polres Sumenep melalui Satpolairud telah berkoordinasi dengan Ditpolairud Polda Jatim, Basarnas, serta BPBD untuk melakukan olah TKP dan langkah SAR lanjutan. Meskipun tidak ada korban jiwa, tumpahnya batu bara ke laut menjadi catatan penting terkait potensi dampak ekosistem pesisir di sekitar Pulau Mamburit.

Saat ini, kondisi cuaca di lokasi kejadian dilaporkan fluktuatif dengan tinggi gelombang mencapai 0,9 meter dan kecepatan angin hingga 15 knots. Jarak tempuh yang mencapai 90 mil laut dari Pelabuhan Kalianget menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR dalam memantau perkembangan di lapangan.

Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *