Tak Mau Rakyat Susah Air Saat Lebaran, Said Abdullah “Pasang Badan” Bor Sawah dan Borong Traktor di Desa Giring

Terbit: 7 Februari 2026 | 18:39 WIB






SUMENEP, MaduraExpose.com – Panggung reses MH Said Abdullah di Desa Giring, Kecamatan Manding, Sabtu (7/2/2026), mendadak riuh. Bukan karena orasi politik yang menggebu, melainkan karena keputusan-keputusan “kilat” sang Ketua Banggar DPR RI yang membuat warga geleng-geleng kepala.

Di hadapan ratusan konstituennya, Said Abdullah menunjukkan gaya politik “eksekusi tanpa tapi”. Saat keluhan kebutuhan dasar rakyat mencuat, ia tak lagi menunjuk hidung pemerintah, melainkan memilih merogoh kocek pribadinya sendiri.

Solusi Tanpa Antre: “Saya Tanggung Sendiri!”

Krisis air bersih menjadi curhatan paling getir yang diterima Said siang itu. Warga Desa Giring mengeluhkan kegagalan pengeboran mandiri yang selama ini dilakukan. Tanah Giring yang keras rupanya menuntut pengeboran hingga kedalaman 150 meter—sebuah biaya yang mustahil dijangkau kocek warga biasa.

Mendengar hal itu, Said Abdullah tak memberikan janji muluk dalam nota dinas. Ia justru memanggil staf khususnya di hadapan publik.

“Saya minta, jangan sampai masyarakat saat Lebaran masih berkutat dengan masalah air. Secepatnya dikerjakan. Persoalan ini saya tanggung sendiri. Saya tidak limpahkan ke pemerintah,” tegas Said dengan nada bicara khas Maduranya yang blak-blakan.

Pesan Said jelas: Urusan perut dan dahaga rakyat tak boleh menunggu ketuk palu anggaran yang bertele-tele.

Kado Rp32 Juta untuk Kelompok Wanita Tani

Tak berhenti di urusan air, suasana semakin “panas” saat seorang perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) memberanikan diri meminta bantuan hand traktor. Alih-alih mencatat permohonan untuk tahun anggaran depan, Said justru bertanya layaknya di pasar.

“Berapa harga hand traktor sekarang?” tanyanya singkat. Setelah mendapat jawaban angka, ia pun langsung memutuskan. “Besok uangnya langsung diambil. Langsung minta Rp32 juta, dari saya,” cetusnya yang seketika disambut gemuruh tepuk tangan warga.

Politik “Sat Set” Khas Buya Said

Gaya MH Said Abdullah dalam reses kali ini kembali menegaskan branding politiknya di Madura: Smart, Fast, and Direct. Bagi Said, reses bukan sekadar ritual menyerap aspirasi, tapi ajang eksekusi masalah di tempat.

Keputusannya untuk membiayai pengeboran air bersih secara pribadi menunjukkan sisi lain dari seorang politisi senior PDI Perjuangan ini—bahwa kedaulatan pangan dan kesejahteraan dasar adalah prioritas yang tak bisa ditawar oleh administrasi yang kaku.

“Politik itu alat untuk menolong. Kalau rakyat butuh air sekarang, ya kerjakan sekarang,” pungkas salah satu staf Said saat mendampingi di lokasi.

Red/Editor: Ferry Arbania

MADURA EXPOSE

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *