
SUMENEP, MaduraExpose.com – Keheningan pagi di Dusun Gunung Malang, Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, seketika pecah menjadi kepanikan luar biasa. Seorang pria paruh baya ditemukan tewas bersimbah darah setelah menjadi korban pembacokan sadis pada Kamis (29/01/2026).
Korban diidentifikasi bernama Mokhlisin (55), seorang petani asal Dusun Gunggung, Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding. Ia mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian setelah diserang secara mendadak menggunakan senjata tajam.
Detik-Detik Penyerangan: Korban Sempat Berusaha Lari
Peristiwa memilukan ini bermula sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban Mokhlisin baru saja menuntaskan aktivitas memanen jagung dan sedang dalam perjalanan pulang menuju rumahnya di Kecamatan Ganding.
Nahas, saat melintas di jalan kampung Dusun Gunung Malang, langkah korban dihentikan oleh terduga pelaku berinisial L, warga setempat. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung melayangkan serangan senjata tajam. Meski dalam kondisi terluka parah, Mokhlisin dilaporkan sempat berusaha menyelamatkan diri menuju halaman rumah warga. Namun, karena pendarahan hebat, korban akhirnya tumbang dan meninggal dunia di tempat.
Saksi mata, Hasuna (36) dan Harun (70), yang menyaksikan kengerian tersebut segera melapor ke Kepala Desa setempat yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.
Identifikasi Tim Inafis dan Respon Kepolisian
Mendapat laporan tragedi tersebut, anggota Babinsa Koramil 0827/05 Lenteng bersama jajaran Polsek Lenteng dan Tim Inafis Polres Sumenep langsung melakukan sterilisasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi di jalan kampung sekitar pukul 10.30 WIB.
“Jenazah korban telah dievakuasi ke Puskesmas Lenteng sekitar pukul 12.30 WIB untuk menjalani otopsi dan pemeriksaan medis lebih lanjut,” terang AKP Widiarti dalam rilis resminya.
Motif Keluarga dan Pengejaran Pelaku
Berdasarkan penyelidikan awal, motif di balik aksi brutal ini diduga kuat dipicu oleh konflik internal keluarga. Kendati demikian, Satreskrim Polres Sumenep masih melakukan pendalaman untuk memastikan pemicu spesifik dari aksi nekat pelaku L.
Hingga saat ini, pihak kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melarikan diri usai kejadian. Polisi mengimbau agar pelaku segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Kini, jenazah korban telah dipulangkan ke rumah duka di Desa Gadu Timur, Ganding, setelah proses di Puskesmas selesai. Situasi di kedua desa tersebut terpantau kondusif namun dalam pengawasan ketat aparat keamanan guna mencegah potensi gesekan lanjutan.
Tim Redaksi Madura Expose Editor: Ferry Arbania



![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
