Ustadz Achmad ditahan, Ormas NU dan Persis di Sapeken Memanas

Terbit: 15 Mei 2015 | 03:38 WIB

Sumenep, MaduraExpose.com- Sejak beberapa hari ini, Ustadz Achmad Holla (AH)ditahan pihak Polres Sumenep dengan dugaan melakukan tindak pidana berupa pencabulan terhadap seorang perempuan.

Namun sejumlah tokoh masyarakat di Pulau Sapeken, saat dihubungi MaduraExpose.com menyangkal tudingan tersebut karena dinilai sangat tidak masuk akal, mengingat kasus tersebut merupakan kasus lama yang secara hukum belum terbukti.

HM, salah satu tokoh setempat mengaku heran atas penahanan Ustadz meski alibi dari pihak kepolisian hanya melakukan pengamanan terhadap AH yang tak lain seorang tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Pulau Sapeken, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Bahkan Ustadz Holla pernah diperlakukan seperti hewan, diarak mengelilingi desa. Dan hal itu, berdasarkan pengakuan warga, diketahui oleh pihak aparat, namun dari Polsek setempat tidak melakukan tindakan pencegahan. Jelas semuanya ini fitnah dan saya yakin ada otak intelektual yang menggerakkan”, tandasnya.

Ditambahkan HM, tudingan terhadap AH hanyalah fitnah yang dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak suka dengan ketokohan AH sebagai pendatang yang sukses mengelola lembaga pendidikan di Sapeken. Apalagi di Sapeken, lanjut HM, Ormas NU termasuk kalangan minoritas dibanding Ormas lainnya seprti Persis.

“Peristiwa ini sebenarnya sudah lama terjadi.Kalau tidak salah sekitar bulan September 2014 silam dan sudah diselesaikan secara adat. Apalagi pihak perempuan sudah pernah membuat surat pernyataan diatas kertas, jika dirinya tidak pernah dicabuli oleh ustadz Ahmad Holli. Ini pasti ada yang merekayasa”, sambungnya.

Ditanya apakah HM berada dipihak terduga, dirinya mengatakan berada dipihak yang benar.

“Saya diposisi tidak berpihak kesiapapun. Oleh karena kasus Ustadz ini bersifat delek aduan, kami meminta pihak Polres segera melepaskan Ahmad Holla demi hukum”, lanjutnya menandaskan.

HM menduga, ada pihak-pihak tertentu yang merasa tersaingi oleh kesuksesan Ustadz Ahmad Holla dalam mengembangkan Lembaga Pendidikan Islam.

“Ormas NU khan minoritas di Sapeken. Bisa jadi yang kelompok mayoritas merasa tersaingi. Apalagi ustadz Holla itu khan pendatang. Bisa juga karena dipicu oleh stressing politik Pilkades sebelumnya”, imbuhnya.

Ditemui dirumahnya, HM, mengaku sanagat khawatir, apabila ustadz Ahmad Holli tidak segera dibebaskan, bakal terjadi gesekan yang lebih memanas antara kelompok NU dengan Persis di Sapeken.

“Dan kalau sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari dua kubu, antara ormas NU dengan Persis dikemudian hari, siapa yang akan bertanggung jawab. Saya sudah minta langsung ke pihak Polres dan Polsek segera melepas yang bersangkutan karena sangkaan pencabulan itu tidak terbukti”, pungkasnya.

Sementara AKP Jaiman, Humas Polres Sumenep, dikonfirmasi melalui pesan singkat di nomer ponsel pribadi belum merespon.

(Lis/fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Ganas di Berita, Tapi Begini Gaya Bos Madura Expose Taklukkan 5 Kepiting Gede!

Terbit: 3 April 2026 | 20:41 WIB SUMENEP – Dunia jurnalistik investigasi seringkali identik dengan ketegangan dan tumpukan dokumen kasus yang menguras energi. Namun, bagi Redaktur MaduraExpose.com, laut utara di…

Ekonomi Panggung: Menakar Perputaran Uang di Balik Industri Hiburan Rakyat Sumenep

Terbit: 17 Maret 2026 | 19:19 WIB “Dinamika hiburan panggung di masa lalu sering kali terjebak pada sisi luar yang bersifat artifisial. Namun, seiring dengan kedewasaan publik dalam mengonsumsi konten,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *