PERANG SENYAP INOVASI DKPP SUMENEP: Chainur Rasyid Dimenangkan Kegigihan Kabid Sarana Rina dan Pejuang Lapangan Eko S-Suwarni

Terbit: 3 Desember 2025 | 20:19 WIB

Malang, Jawa Timur – Kabupaten Sumenep kembali menorehkan tinta emas di kancah pertanian Jawa Timur, menegaskan diri sebagai epicentrum inovasi tembakau. Bukan sekadar kemenangan, capaian ini adalah bukti keberhasilan perjuangan gigih tim di balik layar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, yang loyal menggawangi visi Kepala DKPP, Chainur Rasyid.

Pada ajang bergengsi Penerapan Inovasi Teknis Pengembangan Varietas Tembakau dalam kegiatan Gema Inovasi Pengembangan Tembakau Provinsi Jawa Timur, Sumenep sukses merebut Juara 1 dan Juara 2 sekaligus. Kemenangan ganda ini membuktikan bahwa tembakau Sumenep, yang kini dikenal hingga ke Tiongkok melalui varietas andalannya, lahir dari perpaduan kerja keras dan kecerdasan agronomis.

Inovasi Lokal yang Menghantam Ketergantungan Kimia

Dua kelompok tani yang menjadi pahlawan inovasi ini menunjukkan bagaimana sumber daya lokal mampu mengungguli bahan kimia:

  1. JUARA 1: Poktan Al Muawwanah, Guluk-Guluk (Skor Inovasi Tertinggi) Poktan ini merebut posisi puncak melalui inovasi penggunaan Trichoderma pada bokashi. Trichoderma, sejenis jamur bio-fungisida, dikombinasikan dengan larutan gula merah yang dikocor pada tanaman.
    • Dampak: Mampu menekan penggunaan pupuk dan pestisida kimia secara drastis, meningkatkan produksi, sekaligus menjaga mutu tembakau agar lebih ramah lingkungan.
  2. JUARA 2: Poktan Al Ikhlas Lebeng Timur, Pasongsongan Poktan ini meraih penghargaan berkat pemanfaatan asam amino dari tanaman kelor. Aplikasi nutrisi alami tersebut terbukti efektif meningkatkan pertumbuhan, kualitas daun, dan potensi hasil tembakau lokal.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, memandang inovasi ini sebagai masa depan komoditas strategis Madura. “Inovasi ini membuktikan bahwa petani kita tidak hanya bekerja keras, tetapi juga cerdas. Penggunaan Trichoderma, bokashi, hingga ekstrak kelor adalah langkah maju untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia dan meningkatkan kualitas tembakau lokal,” tegasnya.

Perjuangan Gigih Tim Lapangan: Rina, Eko S, dan Suwarni

Kesuksesan besar ini tidak lepas dari konsistensi dan loyalitas seluruh jajaran DKPP Sumenep, khususnya tim di Bidang Sarana. Punggung utama perjuangan di balik strategi DKPP adalah Rina Suryandari, Kepala Bidang Sarana, yang didukung penuh oleh pejuang-pejuang lapangan seperti Sri Suwarni dan Eko S, serta seluruh staf lainnya.

Tim ini disebut-sebut menjalankan “perang senyap” di lapangan. Perjuangan mereka gigih dalam memastikan pendampingan teknis, menyediakan sarana yang tepat, dan membuka ruang uji coba bagi petani—semua demi mewujudkan visi Chainur Rasyid untuk masa depan tembakau.

“Varietas tembakau Prancak N95, yang merupakan varietas lokal Sumenep dari kawasan pegunungan, kini sudah terkenal hingga ke negeri Cina,” ungkap Kabid Sarana DKPP, Rina Suryandari, saat ditemui di Malang, Jawa Timur.

Pengakuan internasional ini, didukung oleh inovasi lokal yang berkelanjutan, menunjukkan bahwa sinergi antara visi pemimpin (Chainur Rasyid) dan kegigihan tim pelaksana (Rina, Eko S, Suwarni) adalah formula yang tak terbantahkan untuk memenangkan persaingan di sektor pertanian modern.

Chainur Rasyid menutup dengan komitmen: “Kami di DKPP berkomitmen penuh mendukung setiap gagasan baru. Tembakau adalah komoditas strategis, dan inovasi adalah kunci masa depannya.”pungkasnya. ***

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *