AI Bertemu Syariah: Dosen Sumenep Lolos Konferensi Internasional, Bahas Integrasi Kecerdasan Buatan dalam Hukum Islam

Terbit: 27 November 2025 | 10:34 WIB

SUMENEP  – Dunia akademik Indonesia kembali dibanggakan oleh putra terbaik Sumenep, Madura. Mawardi, S.Sos, SH, MH, yang juga merupakan Dosen Fakultas Syariah di Institut Bahri Asyiq Galis, Bangkalan, berhasil lolos sebagai presenter pada ajang konferensi internasional bergengsi.

Karya ilmiah Mawardi yang berjudul “Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Penyelesaian Sengketa Hukum: Studi Transformasi Sosial dan Tantangan Regulasi” dipresentasikan pada 24–25 November 2025.

Kegiatan akademik ini berlangsung di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, dalam forum International Conference on Islam, Sciences, Law, Language, Education, Economics and Humanities (4th IC-ISLEH 2025).

AI: Alat Strategis Penegak Maqasid Syariah

 

Mawardi menekankan bahwa penelitiannya lahir dari kebutuhan mendesak untuk mengintegrasikan teknologi modern dengan nilai-nilai hukum Islam.

“Kecerdasan buatan bukan sekadar inovasi teknologi, tapi juga alat strategis untuk mempercepat penyelesaian sengketa hukum, tentu dengan tetap menegakkan prinsip Maqasid Syariah,” ujar Mawardi, Rabu (26/11/2025).

Dalam presentasinya, Mawardi menyoroti bagaimana AI dapat menjadi tools yang efektif untuk mencapai keadilan, sekaligus memetakan tantangan regulasi yang harus segera diatasi agar hukum tidak tertinggal dari perkembangan teknologi yang begitu pesat.

“Hukum tidak bisa berjalan sendiri; masyarakat harus siap menyesuaikan diri, dan regulasi harus adaptif agar tidak tertinggal zaman,” jelasnya, menekankan pentingnya transformasi sosial berbasis keadilan.

Inspirasi Generasi Muda Madura di Kancah Global

 

Prestasi Mawardi ini tidak hanya mengangkat nama almamaternya, Institut Bahri Asyiq, tetapi juga membawa nama Madura di kancah internasional. Keberhasilan ini membuka jalan bagi generasi muda akademisi Indonesia untuk menjadi pionir pemikiran hukum modern yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.

“Saya berharap ini menjadi inspirasi, bahwa meski berasal dari Madura, karya akademik kita bisa bersaing global,” pungkasnya penuh percaya diri, membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang bagi karya ilmiah yang berkualitas internasional.

Editor: Ferry Arbania

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Anti Ribet! Jurus Jitu Embed Postingan X Tim Cook ke Website Tanpa Bikin Lemot

Terbit: 12 Maret 2026 | 02:25 WIB SUMENEP, MADURA EXPOSE – Dalam era konvergensi media, mengintegrasikan opini tokoh global seperti CEO Apple, Tim Cook, ke dalam draf artikel lokal bukan…

Etika Kepemimpinan: Menakar Narasi Prabowo dan Aksi Said Abdullah dalam Standar Global Apple

Terbit: 12 Maret 2026 | 01:25 WIB SUMENEP, MADURA EXPOSE – Di tengah disrupsi teknologi yang dipimpin oleh raksasa seperti Apple di bawah Tim Cook, nilai fundamental kepemimpinan tetap bertumpu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *