Riset Unija dan BRIDA Sumenep Bongkar Kunci Perlindungan Petani Tembakau Melalui Perbup Nomor 29 Tahun 2024

Terbit: 20 November 2025 | 14:52 WIB

SUMENEP  – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep menunjukkan komitmennya dalam perumusan kebijakan berbasis data. Bekerja sama dengan Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, BRIDA menggelar Focus Group Discussion (FGD) mendalam untuk mengevaluasi implementasi Peraturan Bupati (Perbup) Sumenep Nomor 29 Tahun 2024 mengenai tata kelola tembakau.

FGD yang dibuka oleh Kepala BRIDA Sumenep, Benny Irawan, pada Rabu (19/11/2025), ini dihadiri tim peneliti Unija dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Keberhasilan Parsial: Legitimasi Kuat, Pendapatan Naik

 

Ketua Tim Peneliti Unija Sumenep, Mohammad Herli, memaparkan hasil penelitian kualitatif mixed methods yang melibatkan 55 responden dari lima kecamatan sentra tembakau (Guluk-guluk, Pasongsongan, Lenteng, Dasuk, dan Kota Sumenep).

Tujuan riset ini adalah mengevaluasi dampak Perbup dalam meningkatkan transparansi, stabilitas harga, dan kesejahteraan petani tembakau. Hasilnya menunjukkan:

  • Kepercayaan Tinggi: 88,9 persen stakeholder percaya bahwa Perbup Nomor 29 Tahun 2024 berhasil menciptakan fondasi legitimasi yang kuat dan mampu melindungi petani.

  • Peningkatan Kesejahteraan: 66,7 persen petani merasakan kenaikan pendapatan, meskipun dampaknya heterogen.

  • Posisi Tawar: Sebanyak 66,7 persen petani merasa posisi tawar mereka lebih kuat dalam negosiasi harga tembakau.

“Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan akademik serta rekomendasi praktis bagi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan implementasi kebijakan dan merumuskan strategi pembangunan ekonomi daerah,” ujar Herli.

Kesenjangan Implementasi dan Solusi Rekomendasi

 

Meskipun fondasi kepercayaan kuat, Herli menyoroti adanya kesenjangan implementasi. Keberhasilan Perbup masih terbatas pada dimensi psikologis, sementara aspek operasional seperti sosialisasi, enforcement, dan penguatan kelembagaan petani masih tergolong lemah.

Tim peneliti Unija mengajukan rekomendasi praktis, di antaranya:

  1. Anggaran Khusus Sosialisasi: Mengalokasikan anggaran khusus untuk sosialisasi berkelanjutan di tingkat desa, menggunakan Bahasa Madura, dan media visual yang mudah dipahami.

  2. Integrasi Penyuluhan: Mengintegrasikan pesan regulasi Perbup dalam kegiatan penyuluhan pertanian rutin.

  3. Penggunaan Change Agent: Memanfaatkan tokoh masyarakat sebagai agen perubahan (change agent) untuk membangun kepercayaan dan partisipasi petani dalam sosialisasi.

Kepala BRIDA Desak OPD Segera Bertindak

 

Menanggapi hasil riset Unija yang menguatkan dampak positif kebijakan, Kepala BRIDA Sumenep, Benny Irawan, menegaskan bahwa temuan ini adalah bukti keberhasilan parsial Perbup.

“Apabila kepercayaan petani terhadap transparansi dan stabilitas harga tembakau 88,9 persen sesuai hasil penelitian terhadap sejumlah stakeholder, bisa berarti Perbub Nomor 29 Tahun 2024 tersebut betul-betul mampu melindungi petani tembakau,” tandas Benny.

Benny Irawan mendesak agar tim peneliti Unija segera memfinalisasi hasil riset dalam satu hingga dua hari ke depan. Rekomendasi final tersebut nantinya akan segera dikirimkan ke seluruh OPD pengampu yang terlibat, untuk ditindaklanjuti sebagai masukan strategis dalam mengoptimalkan tata kelola tembakau di Sumenep. [Ferry Arbania]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *