Politikus Gerindra di Komisi XI DPR RI Desak Pemerintah Bentuk Satgas Rokok Ilegal

Terbit: 25 Agustus 2025 | 03:36 WIB

JAKARTA, MaduraExpose.com — Anggota Komisi XI DPR RI, Wihadi Wiyanto, menegaskan bahwa peredaran rokok ilegal yang semakin marak membutuhkan penindakan hukum yang lebih kuat dan terkoordinasi. Menyoroti dampak kerugian besar bagi negara dan industri, ia mendukung langkah pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Rokok Ilegal dan mendesak agar kinerjanya diawasi secara ketat.

“Rokok ilegal tidak hanya merugikan negara, tapi juga menghancurkan pabrik-pabrik yang taat membayar cukai. Satgas harus segera bekerja agar penerimaan negara meningkat,” ujar Wihadi dalam keterangan persnya hari ini.

Data terbaru dari Bea Cukai menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga pertengahan tahun ini, jumlah rokok ilegal yang berhasil ditindak telah mencapai lebih dari 285 juta batang, naik 32 persen dari periode yang sama tahun lalu. Padahal, pada tahun lalu saja, penerimaan negara dari Cukai Hasil Tembakau (CHT) telah mencapai angka Rp216 triliun.

Wihadi menambahkan, kebocoran akibat rokok ilegal juga mengancam kelangsungan hidup industri legal, kesejahteraan tenaga kerja, dan nasib para petani tembakau. Ia menekankan perlunya sinergi kuat antarlembaga, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, dan kementerian terkait, untuk memberantas rokok ilegal, terutama yang memanfaatkan platform daring.

Selain itu, legislator dari Partai Gerindra ini juga menyuarakan kekhawatiran terhadap Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) tentang kemasan polos (plain packaging). Menurutnya, kebijakan tersebut justru dapat mempermudah pemalsuan dan memperluas ruang gerak pasar gelap.

“Desain polos justru memudahkan pemalsuan. Jangan sampai niat baik untuk mengendalikan konsumsi malah memperluas pasar gelap,” pungkasnya.

Profil Singkat: Wihadi Wiyanto

Wihadi Wiyanto lahir di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada 25 Juli 1966. Sejak kecil, ia sudah ditempa dengan kemandirian, bahkan berjualan untuk membantu keluarganya. Setelah menamatkan pendidikan dasar di desa asalnya, Banjarejo, ia merantau ke Semarang untuk melanjutkan studi di SMA Kebun Dalem dan Universitas 17 Agustus. Di sana, ia sempat bergabung dengan komunitas bela diri Taekwondo.

Setelah lulus, Wihadi merantau ke Jakarta dan memulai kariernya sebagai sales di Bristol Myers Squibb. Namun, jiwa wirausahanya mendorongnya untuk keluar dari zona nyaman dan mendirikan perusahaan di bidang perfilman yang ia geluti hingga tahun 2013.

Pada Pemilu 2014, ia memutuskan untuk kembali ke kampung halaman dengan semangat membangun Bojonegoro. Ia mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Partai Gerindra. Dengan tekad yang kuat, ia terpilih dan menjabat sebagai Anggota DPR RI periode 2014-2019. Pada Pemilu 2019, Wihadi kembali terpilih untuk periode 2019-2024, mengemban amanah tidak hanya untuk konstituennya di Bojonegoro-Tuban, tetapi juga untuk menyuarakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia. [Gid/gim/fer]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Kodim Sumenep Serahkan Truk Operasional KDKMP, Perkuat Ekonomi Desa

Terbit: 28 April 2026 | 12:19 WIB SUMENEP – Langkah strategis ditempuh Kodim 0827/Sumenep dalam memperkuat urat nadi perekonomian perdesaan. Penyerahan satu unit truk operasional kepada Kelompok Daerah Kerja Mandiri…

Dandim Sumenep Gaspol: Jembatan Ambunten & Bedah Rumah Warga

Terbit: 26 April 2026 | 11:31 WIB SUMENEP – Komitmen TNI dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur dan pengentasan hunian tidak layak di Sumenep kian nyata. Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *