Kursi Jatim 1 Pasca-Khofifah: Achmad Fauzi, Figur Kunci di Pilgub 2030

Terbit: 21 Agustus 2025 | 00:45 WIB

SURABAYA — Panggung politik Jawa Timur mulai memanas menyambut Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2030, seiring dengan berakhirnya masa jabatan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Di tengah persaingan figur-figur baru, nama Achmad Fauzi, Bupati Sumenep, mencuat sebagai calon alternatif yang paling kuat untuk memimpin Jawa Timur.

 

 

Pakar komunikasi politik dari Universitas Airlangga (Unair), Suko Widodo, menilai Achmad Fauzi memiliki peluang besar untuk mengikuti kontestasi ini. Menurut Suko, Fauzi dapat menjadi representasi kuat dari etnis Madura, sebuah basis kultural yang sangat signifikan dalam peta politik Jawa Timur. “Kalau dari aspek kultural, maka kultur Madura dan Mataraman bisa memperkuat,” ujar Suko Widodo.

 

Selain faktor etnis, Fauzi juga memiliki modal sebagai tokoh muda dengan rekam jejak kepemimpinan yang terbukti. Selama menjabat sebagai Bupati Sumenep, ia berhasil menorehkan sejumlah prestasi, terutama di sektor wisata, yang menunjukkan kapasitasnya sebagai kepala daerah.

 

 

Analis politik dari Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), Baihaqi Siratj, menguatkan pandangan ini. Berdasarkan simulasi survei, duet Khofifah-Fauzi yang pernah diwacanakan sebelumnya menunjukkan daya tarik yang tinggi, dengan raihan 41,3 persen. Angka ini jauh melampaui pasangan-pasangan lain pada saat itu. “Simulasi ini bisa menggambarkan peran tokoh muda di kancah politik,” kata Baihaqi.

 

 

Baihaqi juga menyoroti keunggulan yang dimiliki Fauzi, yaitu basis massa yang kuat di wilayahnya. Keberhasilannya memimpin Sumenep, ditambah dengan prestasinya, menjadi modal berharga. Sementara Khofifah punya basis Nahdliyin yang kuat, Fauzi dapat menarik suara dari kalangan muda dan basis Madura.

 

 

Dengan demikian, saat Jawa Timur bersiap menyambut era baru, Achmad Fauzi muncul sebagai figur kunci yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan. Modal politik yang ia miliki, baik dari aspek kultural, rekam jejak, maupun posisi sebagai tokoh muda, menjadikannya kandidat yang patut diperhitungkan dalam kontestasi Pilgub Jatim 2030. [*]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Diplomasi “Smart Kampung” Anas: Transformasi Birokrasi dari Banyuwangi ke Kabinet

Terbit: 17 Maret 2026 | 19:28 WIB JAKARTA – Perjalanan karier Abdullah Azwar Anas dari Senayan menuju kursi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bukan sekadar cerita tentang…

Dari Sudut Kota Tua Sumenep Menuju Puncak Senayan: Kisah Inspiratif Said Abdullah Sang ‘Raja Suara’ Nasional

Terbit: 27 Januari 2026 | 03:43 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Nama Said Abdullah kini tercatat dalam tinta emas sejarah politik Indonesia. Menjadi peraih suara tertinggi nasional dengan koleksi 528.815 suara…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *