Sumenep Gawat Darurat Campak, 1.548 Kasus dan Empat Balita Meninggal

Terbit: 20 Agustus 2025 | 00:47 WIB

SUMENEP, MaduraExpose.com — Angka 1.548 kasus campak di Sumenep bukanlah sekadar statistik, melainkan alarm bahaya yang berdering nyaring.

 

Sejak Januari hingga awal Agustus 2025, penyakit yang sering dianggap “biasa” ini telah merenggut nyawa empat anak. Ini adalah tragedi yang seharusnya tidak terjadi di era modern, di mana imunisasi tersedia luas.

 

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, menegaskan bahwa sebagian besar korban adalah balita, kelompok usia yang paling rentan. Campak, yang disebabkan oleh virus Morbillivirus, memiliki daya tular yang sangat tinggi. Penyebarannya bisa melalui percikan air liur, sentuhan, bahkan melalui barang-barang pribadi seperti handuk dan pakaian.

 

 

Di sinilah letak persoalan utama: minimnya kesadaran akan pentingnya imunisasi. Di tengah kemudahan akses ke fasilitas kesehatan, masih banyak orang tua yang abai terhadap jadwal imunisasi anak mereka. Mereka mungkin menganggap enteng penyakit ini atau terpengaruh isu-isu yang menyesatkan. Padahal, imunisasi adalah benteng pertahanan paling efektif.

 

 

Dinkes P2KB Sumenep telah berupaya keras dengan gencar melaksanakan program imunisasi. Namun, upaya ini tidak akan maksimal tanpa partisipasi aktif dari masyarakat. Imunisasi bukanlah sekadar anjuran, melainkan tanggung jawab moral setiap orang tua. Melindungi anak dari ancaman campak adalah keharusan, bukan pilihan.

 

 

Masyarakat harus sadar bahwa setiap kasus campak yang muncul bisa menjadi awal dari wabah yang lebih besar. Penting untuk segera membawa anak ke puskesmas atau posyandu terdekat jika belum terimunisasi. Jangan biarkan jumlah kasus terus bertambah. Saatnya bertindak cepat dan menjadikan imunisasi sebagai prioritas utama.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *