Anggota TNI Amankan Pembantaian Sadis di Ganding (Bagian I)

Terbit: 12 April 2015 | 19:05 WIB

Sumenep, MaduraExpose.com- Masih ingat kasus carok yang lebih tepat disebut aksi pembantaian kakak beradik yang terjadi di areal pertokoan Kecamatan Ganding beberapa waktu lalu?

Bahkan videonya menyebar luas di dunia maya seperti media sosial Youtube dan facebook. Dalam video tersebut, tampak seorang aparat berseragam anggota Polri ikut menonton aksi pembantaian sadis tanpa melakukan tindakan apapun seperti terekam dalam video yang diunggah di media sosial youtube.com.

Setelah melakukan investigasi cukup lama, ternyata Tim MaduraExpose.com melalui bantuan Mulyadi, salah satu aktivis LSM media ini berhasil mewawancarai salah satu anggota TNI yang berani menghentikan aksi Muti’ullah saat itu.

“Saya sendiri yang mengamankan parang dari tangan Pak Muti’ullah saat membacok adik kandungnya secara bertubi-tubi. Saat itu ada anggota Polsek Ganding tapi tidak melakukan peleraian”, ujar Heri salah satu anggota TNI yang bertugas di Koramil Ganding.

Masih versi Heri, setelah dirinya merampas dari parang dari tangan pelaku pembantaian, pihaknya langsung menyerahkan senjata tajam tersebut ke Mapolsek Ganding. Namun begitu dirinya kembali ke lokasi pembatantaian, ternyata pelaku belum juga dimanakan oleh anggota Polsek Ganding.

“Akhirnya saya lagi yang turun tangan meringkus pelaku dan menyerahkannya kepada Polsek. Herang juga Mas, padahal saat itu ada anggota kepolisian”, imbuhnya menambahkan.

Sementara Sandy Tyas Mulyadi, Anggota LSM Petir kepada MaduraExpose.com mengaku sangat menyayangkan ‘pembiaran’ oleh anggota Polsek Ganding.

“Andaikata petugas kepolsiaian, dalam hal ini anggota Polsek yang ada di lokasi kejadian melakukan peleraian, saya yakin korban tidak akan separah itu”, ujarnya.

Aktivis LSM berambut gondrong ini meminta Kapolres Sumenep memberi tindakan tegas terhadap Kapolsek Ganding berikut anggotanya yang lalai melakukan tindakan pengamanan pada saat terjadinya aksi pembacokan yang nyaris menewaskan korban.

Seperti diberitakan sebelumnya, carok kakak beradik terjadi di Desa Larangan, Kecamatan Ganding dengan korban Ghufron yang masih adik kandung pelaku, yakni Mutiullah.

Hingga berita ini diunggah, belum ada keterangan resmi dari Kapolsek Ganding terkait anggotanya yang diduga melakukan pembiaran menyaksikan insiden pembacokan beberapa waktu lalu.

(Bersambung)

(MYD/MEX/FER)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Ganas di Berita, Tapi Begini Gaya Bos Madura Expose Taklukkan 5 Kepiting Gede!

Terbit: 3 April 2026 | 20:41 WIB SUMENEP – Dunia jurnalistik investigasi seringkali identik dengan ketegangan dan tumpukan dokumen kasus yang menguras energi. Namun, bagi Redaktur MaduraExpose.com, laut utara di…

Ekonomi Panggung: Menakar Perputaran Uang di Balik Industri Hiburan Rakyat Sumenep

Terbit: 17 Maret 2026 | 19:19 WIB “Dinamika hiburan panggung di masa lalu sering kali terjebak pada sisi luar yang bersifat artifisial. Namun, seiring dengan kedewasaan publik dalam mengonsumsi konten,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *