Ngonjuk Lajangan Abareng Bupati Fauzi 

Terbit: 8 Agustus 2025 | 03:59 WIB

Sumenep, Madura Expose — Untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Desa Aeng Tong-tong, Kecamatan Saronggi, akan dipenuhi dengan semarak tradisi lokal. Team Rang Rang Tedung (RRT) akan menyelenggarakan acara meriah bertajuk “Ngonjuk Lajangan Abareng Bupati” yang akan memadukan semangat nasionalisme dengan kekayaan budaya Madura.

Acara puncak akan diselenggarakan pada 23 Agustus 2025, di Lapangan RRT, Dusun Andana. Lomba layangan ini akan menjadi momen istimewa karena rencananya akan dihadiri langsung oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, beserta jajaran pemerintahan.

Ketua Panitia Pelaksana, Ivan Arisandi, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk menghormati perjuangan para pahlawan kemerdekaan sambil melestarikan permainan tradisional layangan. “Kami ingin membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap tradisi lokal, khususnya permainan layangan yang sudah menjadi bagian dari budaya Madura,” kata Ivan.

Selain menjadi ajang nostalgia, lomba ini juga dirancang untuk mengedukasi generasi muda tentang nilai-nilai budaya. Ada dua kategori yang akan dilombakan: Lomba Layangan Tradisional Ga’dungan dan Lomba Layangan LED yang berhias lampu.

Peserta akan berkesempatan memenangkan hadiah jutaan Rupiah serta berbagai doorprize menarik. Ivan mengajak seluruh masyarakat Sumenep dan sekitarnya untuk ikut serta dalam kemeriahan ini. “Mari bersama-sama kita lestarikan budaya, kita rayakan kemerdekaan ini dengan sukacita dan kebersamaan,” serunya.

Kemeriahan acara juga akan semakin lengkap dengan penampilan spesial Musik Tong-tong dari Grup Raden Wirasena. Musik tradisional khas Madura ini akan mengiringi jalannya lomba, menjadi simbol kuatnya identitas budaya dalam perayaan HUT ke-80 RI.

Heriyanto, seorang tokoh pemuda setempat, menyambut baik inisiatif ini. Ia melihat lomba layangan bukan sekadar hiburan, melainkan sarana pendidikan karakter. “Ini bukan hanya soal bermain layangan, tapi juga soal nilai-nilai kebersamaan, kreativitas, dan semangat gotong royong,” tuturnya. Heriyanto berharap acara ini dapat menginspirasi desa-desa lain untuk terus menghidupkan budaya lokal.

Desa Aeng Tong-tong, yang dikenal sebagai sentra kerajinan keris tradisional, kini bertekad menjadikan perayaan HUT ke-80 RI sebagai pesta rakyat yang meriah, bermakna, dan membumi, menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tak pernah padam di tengah kekayaan budaya lokal.

[ren/dbs/gmn]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *