Investigasi Beras Oplosan: Waspada Sumenep di Tengah Ancaman Mafia Pangan Nasional

Terbit: 3 Agustus 2025 | 18:20 WIB

SUMENEP, Maduraexpose.com — Isu peredaran beras oplosan yang kini menjadi sorotan nasional telah memicu respons cepat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Meski belum ditemukan di wilayahnya, potensi ancaman ini membuat Pemkab Sumenep bergerak cepat mengaktifkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk melakukan pengawasan ketat. Langkah ini adalah bagian dari kewaspadaan kolektif di seluruh Indonesia menyusul temuan mengejutkan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.


 

Sumenep Menggandeng TPID sebagai Garda Terdepan

 

Menurut Dadang Dedy Iskandar, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Pemkab Sumenep, TPID telah diinstruksikan untuk segera melakukan pengawasan. Tim ini adalah gabungan dari berbagai unsur, termasuk Pemkab sendiri, Polri, dan TNI. Langkah ini diambil karena kasus beras oplosan secara nasional telah mencapai level serius. “Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak, utamanya di sektor pangan agar masyarakat bisa merasakan bagaimana harga yang sesuai dengan keterjangkauan masyarakat,” kata Dadang seperti dikutip dari beritajatim.com.

Dadang menjelaskan, pengawasan secara parsial sudah dilakukan oleh masing-masing unsur. Namun, untuk memastikan tidak ada celah, Pemkab Sumenep berencana menggelar pengawasan serentak di seluruh pasar tradisional dalam waktu dekat.

“Kami tidak ingin kecolongan. Keamanan pangan adalah prioritas,” tegas Dadang, seperti dilaporkan oleh RRI.co.id.


 

Skandal Nasional dan Dampaknya di Daerah

 

Kasus beras oplosan ini mencuat setelah Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengumumkan hasil uji laboratorium terhadap 268 sampel beras di 13 laboratorium di 10 provinsi. Hasilnya sangat mengkhawatirkan, yaitu 212 merek beras terindikasi bermasalah.

Praktik kecurangan yang ditemukan bervariasi. Mulai dari mencampur beras kualitas rendah dengan beras premium lalu dijual dengan harga tinggi, hingga manipulasi berat kemasan. Media online indonesia.go.id melaporkan bahwa modus ini bukan hanya sekadar mencampur, tetapi juga memainkan stok untuk menciptakan kelangkaan demi menaikkan harga. Bahkan, Satgas Pangan Polri sampai menetapkan tiga tersangka, termasuk salah satunya adalah Direktur Utama (Dirut) sebuah perusahaan pangan besar, PT Food Station.

Temuan ini memicu keresahan di berbagai daerah, termasuk di kalangan pedagang di Sumenep. Salah satu pedagang di Pasar Bengkal, Yani, mengaku resah karena temuan ini bisa menurunkan daya beli masyarakat. “Otomatis masyarakat daya belinya akan berkurang,” ujarnya kepada RRI.co.id.


 

Kewaspadaan Tetap Tinggi, Hasil Lokal Jadi Tumpuan

 

Hingga saat ini, Tim TPID Sumenep menegaskan bahwa mereka belum menemukan peredaran beras oplosan di wilayahnya. Laporan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas di desa-desa dan wilayah kepulauan juga menunjukkan kondisi aman. “Hasil pemantauan di pasar-pasar desa dan kepulauan belum ditemukan beras oplosan,” kata Dadang.

Namun, Pemkab Sumenep tidak mau lengah. Sebaliknya, kewaspadaan terus ditingkatkan. Dadang juga mengimbau para pelaku usaha lokal untuk tidak melakukan praktik curang. Masyarakat di Sumenep sendiri dikabarkan mulai mengandalkan hasil panen petani lokal yang dianggap lebih terjamin kualitasnya, sebagai respons atas keresahan tersebut.

Dengan menggerakkan seluruh elemen, mulai dari TPID hingga Babinsa, Pemkab Sumenep berupaya melindungi masyarakat dari ancaman mafia pangan yang merusak kualitas dan stabilitas harga. Kasus ini menjadi alarm bagi seluruh daerah untuk memperkuat pengawasan dan memastikan keamanan pangan masyarakat.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Kodim Sumenep Serahkan Truk Operasional KDKMP, Perkuat Ekonomi Desa

Terbit: 28 April 2026 | 12:19 WIB SUMENEP – Langkah strategis ditempuh Kodim 0827/Sumenep dalam memperkuat urat nadi perekonomian perdesaan. Penyerahan satu unit truk operasional kepada Kelompok Daerah Kerja Mandiri…

Dandim Sumenep Gaspol: Jembatan Ambunten & Bedah Rumah Warga

Terbit: 26 April 2026 | 11:31 WIB SUMENEP – Komitmen TNI dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur dan pengentasan hunian tidak layak di Sumenep kian nyata. Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *