Sumenep Siap-Siap! BMKG Prediksi Hujan Lebat Hingga Akhir Tahun, Waspada Potensi Cuaca Ekstrem!

Terbit: 21 Juli 2025 | 18:57 WIB

Warga Kabupaten Sumenep di Pulau Madura patut bersiap menghadapi kondisi cuaca yang tak biasa! Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan di wilayah ini akan berada di atas normal hingga akhir tahun 2025, bahkan mencapai lebih dari 200% di sebagian besar wilayah. Ini berarti potensi hujan lebat patut diwaspadai!

Kabar ini disampaikan langsung oleh Kepala BMKG Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, kepada Media Center Diskominfo Sumenep pada Senin (21/07/2025). Prediksi ini berdasarkan analisis mendalam terhadap dinamika atmosfer dan laut terbaru.


 

Ketika “Normal” Bergeser: Curah Hujan Sumenep Melampaui Batas

 

Ari Widjajanto menjelaskan, data dari 202 ombrometer (alat pengukur hujan) di Sumenep hingga awal Juli 2025 menunjukkan sifat hujan pada Juni 2025 sudah berada di atas normal, bahkan melebihi 200%. Sebagai perbandingan, kondisi normal curah hujan berada di kisaran 85 – 115%, sementara di bawah normal adalah 0 – 84%.

“Untuk wilayah Kabupaten Sumenep, berdasarkan data yang kami terima dari 202 ombrometer sampai dengan awal bulan Juli 2025 dapat diinformasikan sifat hujan pada bulan Juni 2025 berada di atas normal atau lebih dari 200%,” tegas Ari.

Analisis curah hujan Sumenep menunjukkan angka 51-100 mm, sama dengan beberapa kabupaten lain di Jawa Timur seperti sebagian Bangkalan, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Lamongan, Lumajang, Malang, Ponorogo, Probolinggo, Situbondo, dan Surabaya.


 

Mengintip Rahasia Cuaca dari Samudra Pasifik hingga Monsun Asia

 

Prediksi ini bukanlah tanpa dasar. BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur dalam publikasinya menyebutkan bahwa anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik Ekuator bagian tengah (Nino 3.4) berada pada kondisi Netral (-0,01°C) dan diprediksi bertahan hingga semester kedua tahun 2025. Indeks Osilasi Selatan juga menunjukkan nilai positif selama tiga bulan terakhir (April 2025: +3,6; Mei 2025: +2,1; Juni: +1,8), sementara Indeks Dipole Mode cenderung Netral (-0,22).

HotExpose:  Dandim Sumenep Gaspol: Jembatan Ambunten & Bedah Rumah Warga

Tak hanya itu, anomali suhu muka laut di sebagian besar Perairan Indonesia diprediksi bervariasi antara -0,25 hingga +3,0 °C. Khususnya di Perairan Selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara, suhu terpantau hangat (-0,25 sampai dengan +1,0 °C), yang secara signifikan memengaruhi bertambahnya pertumbuhan awan di Jawa Timur.

Prediksi monsun juga tak kalah penting. Monsun barat diproyeksikan tidak aktif (indeks Monsun Asia 5,0 – 7,0), sementara monsun timuran justru aktif (indeks Monsun Australia -8,0 hingga -0,6). Semua data ini bersinergi memberikan gambaran lengkap mengapa Sumenep akan diguyur hujan deras.


 

Ketersediaan Air: Sumenep dalam Kategori Sedang

 

Meskipun curah hujan tinggi, Ari juga menginformasikan bahwa untuk ketersediaan air, Sumenep masuk dalam kriteria sedang. Kriteria ini diukur dari persentase air tanah tersedia (ATS), di mana “sedang” berarti 40 – 60 persen. Ini menunjukkan bahwa meskipun curah hujan melimpah, perlu tetap ada perhatian terhadap pengelolaan air.

Data suhu juga menarik untuk disimak. Suhu Maksimum Harian Tertinggi di Sumenep pada Juni 2025 mencapai 32,5 °C (pada 4 Juni), sementara suhu minimum terendah 24,9 °C (pada 9, 21, dan 23 Juni). Arah dan kecepatan angin harian terbesar tercatat mencapai 39,6 km/jam dari arah tenggara pada 25 Juni 2025.


 

Prediksi Detail Hujan: Hampir Seluruh Sumenep Berpotensi “Basah Kuyup”

 

Kepala BMKG Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, merinci prediksi hujan untuk periode Agustus hingga Oktober 2025. Berdasarkan pemantauan dan analisis aktivitas atmosfer, sifat hujan di Sumenep akan terbagi menjadi dua kategori utama:

  • Atas Normal (151% – 200%): Diprediksi terjadi di sebagian kecil Kecamatan Kangayan dan sebagian besar Kecamatan Arjasa.
  • Atas Normal (lebih dari 200%): Ini adalah bagian yang paling signifikan. Diprediksi terjadi di sebagian kecil Kecamatan Kangayan, dan seluruh wilayah Kecamatan Ambunten, Batang Batang, Batuan, Batuputih, Bluto, Dasuk, Dungkek, Ganding, Gapura, Gayam, Giligenteng, Guluk Guluk, Kalianget, Kota Sumenep, Lenteng, Manding, Masalembu, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, Raas, Rubaru, Sapeken, Saronggi, serta Talango.
HotExpose:  Kodim Sumenep Serahkan Truk Operasional KDKMP, Perkuat Ekonomi Desa

Dengan prediksi ini, masyarakat Sumenep diimbau untuk lebih waspada dan mempersiapkan diri menghadapi potensi peningkatan curah hujan yang signifikan. Kebersihan saluran air, kesiapan menghadapi genangan, serta pemantauan informasi cuaca terkini dari BMKG menjadi kunci untuk mengurangi risiko dampak yang mungkin timbul.


Opsi Judul Lain yang Menarik:

  • Peringatan BMKG: Sumenep Bakal Diguyur Hujan Deras Hingga Oktober, Hampir Seluruh Wilayah Berpotensi Banjir!
  • Waspada Cuaca Ekstrem! Sumenep Diprediksi Hujan di Atas Normal, Ini Wilayah yang Paling Berisiko.
  • Fenomena Alam di Sumenep: Menguak Alasan di Balik Prediksi Hujan Lebat BMKG.
  • Siap-Siap Payung! BMKG Trunojoyo Prediksi Curah Hujan Sumenep Melonjak Drastis.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Kodim Sumenep Serahkan Truk Operasional KDKMP, Perkuat Ekonomi Desa

Terbit: 28 April 2026 | 12:19 WIB SUMENEP – Langkah strategis ditempuh Kodim 0827/Sumenep dalam memperkuat urat nadi perekonomian perdesaan. Penyerahan satu unit truk operasional kepada Kelompok Daerah Kerja Mandiri…

Dandim Sumenep Gaspol: Jembatan Ambunten & Bedah Rumah Warga

Terbit: 26 April 2026 | 11:31 WIB SUMENEP – Komitmen TNI dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur dan pengentasan hunian tidak layak di Sumenep kian nyata. Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *