Traktir Mahasiswa 2 Hari Jelang Wafat, Marissa Haque: Kalau Meninggal, Ibu Mati Syahid

Terbit: 2 Oktober 2024 | 20:50 WIB

Maduraexpose.com- Marissa Haque meninggal dunia pada Rabu (2/10/2024) pukul 00.43 WIB. Ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Premier Bintaro, Tangerang Selatan usai ditemukan tak sadarkan diri di rumah.

Sehari sebelum wafat, Marissa Haque mengajar di kampus Indonesia Banking School. Dia juga sempat mentraktir para mahasiswanya beberapa hari yang lalu.

“Hari Senin, ibu Marissa sempat traktir, karena kita belum sarapan,” kata Risya, mahasiswa Marissa Haque saat datang ke rumah duka di Bintaro, Tangerang Selatan pada Rabu (2/10/2024).

Saat mentraktir mereka, Marissa Haque sempat menyinggung soal kematian. Ia mengaku ikhlas semisal meninggal setelah momen tersebut.

“Ibu bilang, ‘nggak apa kalau ibu meninggal habis traktir kalian. Ibunya mati syahid, karena habis traktir kalian yang sedang menuntut ilmu. Apalagi yang nge-kos dan rumahnya jauh’,” kenang Risya sambil menangis.

Tak disangka, itu menjadi momen terakhir para mahasiswa bersama Marissa Haque.

Namun, ini bukan kali pertama Marissa Haque mentraktir para mahasiswanya. Istri Ikang Fawzi ini memang dikenal baik oleh mereka.

“Sebelumnya udah, dua kali,” kata mahasiswa Marissa Haque yang lain, Habibah.

Mahasiswa yang datang ke rumah duka bukan hanya Risya dan Habibah. Ada beberapa lainnya yang hadir dan memberikan doa.

Rencananya, jenazah Marissa Haque akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan selepas ashar.

Sumber: suara

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Lebaran dr. Tifa: Antara Langkah Sunyi, Luka yang Sakral, dan Kemenangan Hati

Terbit: 19 Maret 2026 | 20:10 WIB SUMENEP – Di tengah gempita perayaan Idul Fitri 1447 H, sebuah pesan kontemplatif datang dari sosok intelektual dr. Tifauzia Tyassuma (dr. Tifa). Melalui…

Mudik 2026: Komisi VI DPR RI Soroti Kegagalan Mitigasi BUMN Karya di Jalur Krusial

Terbit: 17 Maret 2026 | 23:21 WIB JAKARTA – Arus mudik Lebaran 2026 yang seharusnya menjadi momentum kebahagiaan nasional, kini berubah menjadi ujian kesabaran bagi jutaan masyarakat. Kendala klasik berupa…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *